Balikpapan Jadi Awal Festival UMKM 2026, Menteri Maman: 77 Persen Pelaku Usaha Masih Belum Berizin

Pemkot Balikpapan
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman didampingi Gubernur dan Wali Kota Balikpapan saat memberikan piagam penghargaan kepada pelaku UMKM dalam kegiatan Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur. Rabu (17/6/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com— Pemerintah terus memperkuat ekosistem usaha mikro agar semakin terlindungi dan mampu bersaing melalui penyediaan layanan perizinan, sertifikasi, hingga akses pembiayaan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan, pemerintah berupaya menghadirkan layanan terpadu guna membantu pelaku usaha mikro berkembang secara berkelanjutan.

“Kami berupaya memberikan pelayanan semaksimal mungkin dalam konteks pemberian perizinan, pendampingan usaha, sertifikasi, serta akses pembiayaan, baik KUR maupun non-KUR. Semua layanan tersebut kami kemas dalam Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro,” kata Maman usai membuka kegiatan tersebut di Balikpapan, Rabu (17/6/2026).

Menurut Maman, penguatan legalitas menjadi salah satu fokus utama pemerintah karena sebagian besar pelaku UMKM di Indonesia masih menjalankan usahanya secara informal. Ia mengungkapkan sekitar 77 persen UMKM belum memiliki legalitas usaha.

Kondisi tersebut, kata dia, menjadi tantangan yang harus dijawab melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, sektor perbankan, hingga dunia usaha.

Melalui sinergi tersebut, pemerintah ingin mempercepat transformasi usaha mikro agar semakin banyak pelaku usaha yang memperoleh kepastian hukum, perlindungan usaha, serta akses terhadap berbagai program pemberdayaan.

“Karena kita menyadari bahwa ketika UMKM tumbuh dan mendapatkan akses perekonomian daerah juga akan bergerak,” ujar Maman.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menilai tantangan yang dihadapi UMKM ke depan semakin kompleks sehingga diperlukan dukungan yang lebih kuat dari seluruh pemangku kepentingan.

Ia menekankan pentingnya mendorong pelaku usaha naik kelas, mulai dari usaha yang belum memiliki legalitas menjadi usaha yang resmi, hingga memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar.

“Oleh karena itu, UMKM harus terus kita dorong untuk naik kelas. Dari usaha yang belum memiliki legalitas menjadi usaha yang legal, dari usaha tradisional menjadi usaha yang memanfaatkan teknologi digital, serta dari usaha yang hanya bertahan menjadi usaha yang mampu berkembang dan berdaya saing,” kata Rudy.

Menurut Rudy, penguatan UMKM akan berdampak langsung terhadap perekonomian daerah, termasuk dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro 2026 akan digelar di 10 kota di Indonesia dengan melibatkan sekitar 1.000 pelaku usaha mikro. Balikpapan menjadi daerah pertama yang mengawali rangkaian kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat UMKM sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar