Balikpapan Optimistis Raih PPD 2026, Bagus Susetyo: Kami Tampilkan Kondisi Pembangunan Apa Adanya
Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan semakin percaya diri menghadapi tahapan penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 tingkat nasional. Setelah berhasil menembus lima besar nominasi kabupaten/kota terbaik di Indonesia, Balikpapan kini menjalani penilaian tahap II yang menjadi salah satu penentu sebelum dewan juri menetapkan pemenang.
Penilaian berlangsung dengan menghadirkan tim penilai nasional yang melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek pembangunan daerah.
Wakil Wali Kota Balikpapan Dr Ir H Bagus Susetyo., MM memimpin langsung pemaparan didampingi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) serta sejumlah kepala perangkat daerah.
Dalam sesi tersebut, tim penilai tidak hanya meminta paparan mengenai program unggulan pemerintah, tetapi juga mengajukan berbagai pertanyaan terkait konsistensi antara dokumen perencanaan, pelaksanaan program, hingga dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.
Bagus mengatakan, seluruh pertanyaan dijawab berdasarkan kondisi riil yang selama ini dijalankan Pemerintah Kota Balikpapan.
“Tim penilai ingin melihat bagaimana visi dan misi kepala daerah benar-benar diterjemahkan menjadi program yang bisa dirasakan masyarakat. Pertanyaannya cukup mendalam, mulai dari transformasi birokrasi, pengembangan ekonomi kreatif, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga indikator pembangunan lainnya. Alhamdulillah seluruhnya dapat kami jelaskan dengan baik,” kata Bagus usai mengikuti penilaian, Kamis (9/7/2026).
Menurut dia, penilaian PPD bukan sekadar melihat dokumen administrasi, melainkan juga mengukur efektivitas kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, berbagai indikator seperti pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pemerataan kesejahteraan, kota ramah anak, hingga perhatian terhadap penyandang disabilitas turut menjadi bahan evaluasi.
Selain berdialog dengan jajaran pemerintah daerah, tim penilai juga melakukan verifikasi melalui berbagai pemangku kepentingan. Perwakilan dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, asosiasi profesi, pegiat lingkungan, hingga unsur legislatif dimintai pandangan mengenai pelaksanaan pembangunan di Balikpapan.
Bagus menilai mekanisme tersebut menjadi bukti bahwa proses penilaian dilakukan secara objektif dan menyeluruh.
“Kami tidak menyampaikan sesuatu yang berlebihan. Apa yang dipaparkan merupakan kondisi yang memang terjadi di lapangan. Stakeholder selama ini juga terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan sehingga mereka mengetahui langsung bagaimana program-program pemerintah berjalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan DPRD menjadi salah satu kekuatan Balikpapan dalam menjaga kesinambungan pembangunan. Sinergi tersebut dinilai mampu mempercepat pencapaian berbagai target pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Masuknya Balikpapan ke dalam lima besar nominasi PPD 2026 menjadi capaian tersendiri karena harus bersaing dengan sejumlah daerah lain yang juga memiliki rekam jejak pembangunan yang baik, yakni Tangerang, Manado, Pekalongan, dan Kendal.
Bagus berharap seluruh tahapan penilaian dapat memberikan hasil terbaik bagi Balikpapan. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan semata-mata menjadi prestasi pemerintah daerah, tetapi juga merupakan pengakuan atas partisipasi seluruh elemen masyarakat yang bersama-sama membangun kota.
“Kami berharap seluruh ikhtiar yang telah dilakukan dapat membuahkan hasil yang terbaik. Yang paling penting adalah pembangunan yang kami lakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga Balikpapan,” tutur Bagus. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
