Balikpapan Siapkan 130 Hektare Lahan Industri Hilirisasi, Bidik Investasi Penunjang IKN

Pemkot Balikpapan
Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr Ir H Bagus Susetyo, MM.,

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menyiapkan sekitar 130 hektare lahan untuk mendukung pengembangan kawasan industri berbasis hilirisasi di wilayah Kariangau dan Kilometer 13, Balikpapan Utara. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr Ir H Bagus Susetyo, MM., mengatakan, pengembangan kawasan industri hilir memiliki peran penting dalam menciptakan nilai tambah ekonomi di daerah, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan industri penunjang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kalau industri hilir berkembang, maka peluang kerja juga akan semakin banyak. Ini penting supaya masyarakat lokal bisa ikut menikmati pertumbuhan ekonomi,” kata Bagus, Sabtu (9/5/2026).

Menurut dia, lahan yang disiapkan pemerintah sebenarnya telah lama masuk dalam rencana pengembangan kawasan industri. Namun hingga kini pemanfaatannya dinilai belum optimal sehingga perlu percepatan agar kawasan tersebut tidak hanya menjadi aset yang menganggur.

Pemerintah kota menilai pengembangan industri berbasis hilirisasi akan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dibanding hanya mengandalkan sektor pengolahan konvensional.

Selain membuka peluang investasi baru, pertumbuhan kawasan industri diperkirakan turut mendorong sektor lain seperti logistik, perdagangan, jasa, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bagus menjelaskan, posisi geografis Balikpapan yang strategis menjadi salah satu keunggulan utama untuk menarik investor, khususnya industri yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan dan operasional IKN di Kalimantan Timur.

“Momentum pembangunan IKN harus dimanfaatkan dengan baik. Balikpapan punya posisi strategis sebagai pintu gerbang dan penyangga utama, sehingga peluang investasi industri penunjang sangat besar,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui investor tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan lahan, tetapi juga kesiapan infrastruktur serta stabilitas daerah. Karena itu, pemerintah kota terus berupaya menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah guna menciptakan iklim investasi yang sehat.

“Investor tentu melihat bagaimana kondisi daerah. Kalau situasi aman dan masyarakat mendukung, mereka akan lebih percaya untuk berinvestasi,” tutur Bagus.

Pemkot Balikpapan berharap pengembangan kawasan industri hilirisasi tersebut dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kota itu dalam beberapa tahun mendatang.

Selain meningkatkan investasi, proyek tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal di tengah pesatnya pembangunan kawasan IKN. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar