Bandara SAMS Sepinggan Uji Kesiapan Hadapi Kondisi Darurat dan Ancaman Keamanan Penerbangan

Bandara SAMS Sepinggan
Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menguji kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi kondisi darurat dan potensi ancaman keamanan penerbangan melalui Airport Emergency Committee (AEC) dan Airport Security Committee (ASC) Meeting III Tahun 2026. Rabu (30/9/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menguji kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi kondisi darurat dan potensi ancaman keamanan penerbangan melalui Airport Emergency Committee (AEC) dan Airport Security Committee (ASC) Meeting III Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan ini dirangkai dengan simulasi Table Top Exercise (TTX) di Gedung Serbaguna Bandara SAMS Sepinggan, Rabu (30/9/2026).

Simulasi itu tidak dilakukan dalam bentuk latihan lapangan. Para peserta diuji melalui skenario untuk melihat sejauh mana koordinasi, komunikasi, pengambilan keputusan, serta pembagian tugas antarlembaga berjalan ketika terjadi keadaan darurat maupun gangguan keamanan di lingkungan bandara.

General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R. Iwan Winaya Mahdar, mengatakan dinamika ancaman terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan terus berkembang.

Karena itu, menurut dia, kesiapan tidak cukup hanya mengandalkan satu institusi. Koordinasi seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memastikan respons terhadap situasi darurat berjalan cepat dan terukur.

“Dinamika ancaman terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan sipil terus berkembang dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) bandara merupakan hal yang mutlak,” ujar Iwan.

Ia menjelaskan, kegiatan AEC dan ASC merupakan bagian dari evaluasi sekaligus penyamaan pemahaman antarinstansi mengenai prosedur penanganan keadaan darurat dan keamanan penerbangan.

Sesuai ketentuan, Airport Emergency Committee Meeting dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun dan dirangkaikan dengan Table Top Emergency Exercise.

Sementara itu, berdasarkan KM 39 Tahun 2024 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional, pertemuan komite keamanan bandara dilaksanakan sedikitnya empat kali dalam setahun.

“Pertemuan ke-III tahun ini kami padukan dengan Table Top Security Exercise,” kata Iwan.

Dalam simulasi tersebut, para anggota komite diajak membahas skenario keadaan darurat, termasuk kemungkinan terjadinya kecelakaan maupun ancaman keamanan di area bandara.

Iwan mengatakan simulasi menjadi sarana untuk memastikan setiap instansi memahami peran dan tanggung jawabnya ketika situasi darurat benar-benar terjadi.

“Melalui simulasi Table Top Exercise, seluruh anggota komite diajak menyamakan pemahaman mengenai peran, fungsi, dan tanggung jawab masing-masing instansi saat menghadapi kondisi darurat kecelakaan maupun potensi ancaman keamanan di area bandara,” ujarnya.

Sejumlah pemangku kepentingan hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Komandan Lanud Dhomber Balikpapan, perwakilan Otoritas Bandara Wilayah VII, Polresta Balikpapan, Kodim 0905 Balikpapan, Ditpolairud Polda Kaltim, Balai Karantina, Basarnas, BMKG, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, serta rumah sakit dan puskesmas rujukan.

Dari hasil pembahasan, para peserta menyepakati sejumlah langkah untuk memperkuat respons dalam situasi darurat.

Di antaranya penetapan jalur komunikasi darurat yang efektif, kesiapan perangkat radio komunikasi handy talky (HT) antarinstansi, kejelasan transisi status keamanan, serta kecepatan respons dengan tetap mengacu pada standar operasional penerbangan.

Kegiatan tersebut mengacu pada sejumlah regulasi, antara lain Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, PM 140 Tahun 2015 tentang Program Penanggulangan Keadaan Darurat Keamanan Penerbangan Nasional, PM 09 Tahun 2024 tentang Keamanan Penerbangan Nasional, serta KM 39 Tahun 2024 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional.

Selain itu, pelaksanaan kegiatan juga mengacu pada Program Keamanan Bandar Udara Internasional SAMS Sepinggan dan Airport Contingency Plan Bandara Internasional SAMS Sepinggan.

Melalui forum tersebut, Bandara SAMS Sepinggan menegaskan kesiapan memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan, khususnya di salah satu pintu masuk utama menuju Kalimantan Timur.

Tinggalkan Komentar