BI Salurkan Rp2,97 Miliar untuk Bantu Penanganan Karhutla di 7 Provinsi, Kaltim Dapat Peralatan Pemadam

BI Balikpapan
Bank Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2,97 miliar untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh provinsi yang terdampak. Minggu (20/9/2026).

Jakarta, Gerbangkaltim.com — Bank Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2,97 miliar untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh provinsi yang terdampak.
Tujuh provinsi tersebut yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Riau, Sumatra Selatan, dan Jambi.

Bantuan tersebut diarahkan untuk memperkuat sarana operasional pemadaman karhutla sekaligus mengurangi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat.
Untuk wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan, bantuan diserahkan kepada BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara dan BPBD Kabupaten Paser.

Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan Bank Indonesia terhadap pemerintah daerah dan masyarakat yang menghadapi dampak karhutla.

“Dukungan ini kami arahkan untuk memperkuat upaya penanganan karhutla di daerah, sekaligus membantu mengurangi dampaknya terhadap masyarakat,” kata Robi.

Bantuan yang disalurkan di wilayah kerja KPwBI Balikpapan antara lain berupa pompa jinjing pemadam, flexible tank, selang pemadam, nozzle, nozzle suntikan gambut, sepatu boot anti api, masker pelindung gas, kacamata goggle, working gloves, hingga senter helm.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara Nurlaila dan Kepala BPBD Kabupaten Paser Ruslan.

Secara nasional, bantuan BI juga mencakup perangkat medis untuk penanganan gangguan pernapasan, posko layanan kesehatan gratis, serta dukungan terhadap ketahanan pangan keluarga masyarakat terdampak.

Selain bantuan peralatan, BI mengerahkan 40 tenaga kesehatan selama 21–27 September 2026. Mereka memberikan pelayanan kesehatan gratis di 10 titik yang tersebar di wilayah Kalimantan dan Sumatra.

Layanan kesehatan tersebut meliputi pemeriksaan medis, terapi inhalasi darurat, serta pemberian obat-obatan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat dampak asap karhutla.

Bantuan secara simbolis diserahkan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, didampingi Deputi Gubernur Ricky P. Gozali, kepada BNPB daerah dan pemerintah daerah setempat di Balikpapan, Minggu (20/9/2026).

Robi mengatakan penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga perlindungan masyarakat dari dampak kesehatan dan sosial ekonomi yang ditimbulkan.

Karena itu, kata dia, koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait perlu diperkuat agar dukungan yang diberikan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Bank Indonesia terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait agar dukungan dapat diberikan secara tepat sasaran dan membantu mempercepat pemulihan masyarakat,” ujarnya.

Kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia, menjadi salah satu perhatian dalam penanganan dampak asap karhutla. Gangguan kualitas udara akibat kebakaran lahan dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama pada kelompok tersebut.

BI menyatakan akan terus memaksimalkan sumber daya dan jaringan kantor perwakilan di daerah untuk mendukung pemulihan pascabencana, termasuk melalui sinergi dengan BNPB dan pemerintah daerah.

Dukungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan peran BI dalam edukasi dan pemberdayaan masyarakat serta lingkungan (EMPL), sebagaimana terkait dengan mandat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Melalui dukungan tersebut, BI juga mendorong agar aktivitas masyarakat dan perekonomian di wilayah terdampak dapat kembali berjalan setelah kondisi karhutla terkendali.

Robi menambahkan, sinergi antarlembaga menjadi penting karena penanganan karhutla membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat, tenaga kesehatan hingga masyarakat.

“Gotong royong dan sinergi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat menghadapi dampak karhutla dan memulihkan aktivitas pascabencana,” kata Robi.

Tinggalkan Komentar