BMKG Berau Ungkap Potensi Hujan di Tiga Wilayah

BMKG Berau
BMKG Berau memprakirakan cuaca Kabupaten Berau pada 14–16 Agustus 2026 didominasi cerah berawan hingga berawan, dengan potensi hujan ringan di Gunung Tabur, Segah, dan Kelay. (Dok. Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi.)

TANJUNG REDEB , Gerbangkaltim.com – Cuaca Kabupaten Berau diprakirakan cenderung cerah berawan hingga berawan selama tiga hari, 14–16 Agustus 2026. Meski secara umum kondisi atmosfer relatif stabil, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi hujan ringan yang dapat muncul pada malam hingga dini hari di tiga wilayah.

Tiga wilayah yang berpotensi mengalami hujan ringan tersebut yakni Kecamatan Gunung Tabur, Segah, dan Kelay. Potensi tersebut terutama terjadi pada Jumat malam hingga dini hari.

Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, menjelaskan kondisi atmosfer di wilayah Berau saat ini belum menunjukkan dukungan yang signifikan terhadap pertumbuhan awan hujan.

Berdasarkan prakiraan Stasiun Meteorologi Kelas II Kalimarau, cuaca Berau pada Jumat, 14 Agustus 2026, secara umum berada dalam kondisi cerah berawan. Namun, peluang hujan ringan tetap terbuka di sejumlah wilayah.

“Untuk tanggal 14 Agustus, secara umum cerah berawan, dengan potensi hujan ringan pada malam hingga dini hari di Gunung Tabur, Segah dan Kelay,” ujar Ade.

Sementara itu, pada Sabtu, 15 Agustus, kondisi cuaca diperkirakan masih didominasi cerah berawan. Sehari berikutnya, Minggu, 16 Agustus, cuaca Berau diprakirakan berada pada kondisi cerah berawan hingga berawan.

Dinamika Atmosfer Masih Relatif Stabil

BMKG Berau juga mencermati sejumlah indikator atmosfer global dalam menyusun prakiraan cuaca tersebut. Fenomena El Nino masih berada dalam kondisi kuat, dengan indeks ENSO Nino 3.4 tercatat +2,2 dan Southern Oscillation Index (SOI) berada di angka -20,9.

Namun, kondisi tersebut belum memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan pola konvektif di wilayah Indonesia.

Madden-Julian Oscillation (MJO) juga terpantau berada di Kuadran 6 atau kawasan Western Pacific. Posisi tersebut dinilai belum memberikan kontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di Indonesia.

Hingga 16 Agustus 2026, BMKG tidak memprakirakan adanya gelombang atmosfer yang aktif secara spasial di wilayah Berau. Selain itu, tidak terdapat sistem siklon tropis aktif, sedangkan intrusi udara kering juga masih berada pada kategori tidak signifikan.

Suhu muka laut di perairan Berau dan sekitarnya berada pada kategori normal hingga hangat dengan anomali sekitar -0,5 hingga 0,5 derajat Celsius. Adapun indeks seruakan dingin atau surge tercatat +3,3 dan masih termasuk kategori tidak signifikan.

Belokan Angin Terpantau di Kelay dan Segah

Meski kondisi atmosfer secara umum relatif stabil, terdapat dinamika lokal yang menjadi perhatian BMKG. Berdasarkan peta streamline pada 14 Agustus, belokan angin terpantau di sebagian wilayah Berau, terutama Kelay dan Segah.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi perkembangan cuaca lokal di wilayah tersebut.

Sementara itu, tingkat labilitas atmosfer di Berau berada pada kategori lemah hingga sedang. Indikator CAPE dan LI Index juga menunjukkan kondisi labilitas yang berada pada tingkat lemah hingga sedang.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat tetap diimbau tidak mengabaikan perkembangan cuaca meskipun prakiraan secara umum menunjukkan kondisi cerah berawan.

Terutama bagi warga yang melakukan aktivitas luar ruangan, perjalanan antarkecamatan, maupun masyarakat yang tinggal di wilayah Gunung Tabur, Segah, dan Kelay, informasi cuaca terbaru perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan aktivitas.

Prakiraan tersebut disusun oleh Prakirawan Hilda Cahya Yolanda, S.Tr.Met., dari Stasiun Meteorologi Kelas II Kalimarau-Berau pada 14 Agustus 2026 pukul 09.30 WITA.

Sumber: BMKG Berau

Tinggalkan Komentar