Pemkot
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Balikpapan Silvia Rahmadina

BPDB Kota Balikpapan Meminta Warga Tetap Waspada Bencana

image_pdfimage_print

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemkot Balikpapan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan tidak henti-hentinya meminta warga untuk mewaspadai bencana yang terjadi seperti musibah kebakaran, tanah longsor, kebakaran, dan juga banjir yang sering terjadi di beberapa titik.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Balikpapan Silvia Rahmadina mengatakan, sepanjang bulan Oktober 2022 telah terjadi 10 kejadian bencana dan 39 kegiatan pelayanan masyarakat diantaranya penanganan hewan liar, genangan air, perabotan terbakar, pohon tumbang, dan lainnya.

“Kami minta warga selalu waspada terhadap bencana,” ujarnya, Rabu (9/11/2022).

Dikatakannya, semua lapisan warga bisa mencegah terjadinya bencana dengan melakukan hal-hal yang sederhana diantaranya tidak Membuang Sampah di selokan, sungai dan atau sembarang tempat, tidak membakar sampah termasuk membakar lahan dengan dalih membuka lahan, menghemat energi, baik listrik maupun air, dan melakukan penghijauan dengan menanam pohon di sekitar rumah serta memeriksa jaringan listrik, kompor, yang kerapkali menjadi pemicu kebakaran pemukiman.

“Hal-hal ini sederhana, namun sangat efektif untuk mencegah terjadinya bencana, paparnya.

Silvi juga meminta kepada masyarakat untuk mengikuti edukasi terkait penanganan bencana kebakaran.

“Terus ikuti edukasi terkait bagaimana memadamkan api awal yang selama ini kita selalu edarkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan dalam penanganan kebakaran yang ringan, masyarakat tidak perlu panik dan segera menghubungi nomor petugas pemadam kebakaran dan aparat setempat.

Selain memberikan imbauan kepada masyarakat terkait penanganan kebakaran, silvia juga mengimbau agar masyarakat juga waspada dengan adanya banjir dan tanah longsor.

“Selain kebakaran, masalah banjir dan tanah longsor, misalnya sudah ada tanda-tanda alam segera lakukan langkah kesiapsiagaan,” harapnya.

Selain itu masyarakat yang tinggal di daerah lereng, agar lebih waspada dan hati-hati apabila sewaktu-waktu terjadi hujan dan angin kencang agar tidak terjadi bencana yang bisa menimbulkan korban.

“Bencana bisa menimpa siapa saja dan kapan saja. Kita tidak bisa menghindar dari bencana, tetapi kita bisa berusaha untuk mengurangi penyebab terjadinya bencana, bisa berupaya selamat dari bencana dan mengurangi kerugian akibat bencana,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *