Debu di Sekitar Kilang Pertamina Dinyatakan Aman, DLH Balikpapan Minta SOP Diperketat
Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Hasil uji laboratorium terhadap serpihan debu yang sempat dikeluhkan warga di sekitar kawasan Kilang Pertamina Balikpapan menunjukkan seluruh parameter berada dalam kategori aman. Meski demikian, Pemerintah Kota Balikpapan meminta PT Kilang Pertamina Balikpapan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan, hasil pengujian laboratorium yang dilakukan oleh Sucofindo telah diterima pada pekan lalu. Berdasarkan hasil analisis tersebut, tidak ditemukan indikasi pencemaran yang membahayakan kesehatan masyarakat maupun lingkungan.
“Hasil uji laboratorium menunjukkan seluruh indikator yang diperiksa masih dalam kategori aman. Semua parameter baku mutu udara dalam kondisi normal,” kata Sudirman saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).
Menurut Sudirman, hasil pengujian tersebut telah disampaikan kepada pihak kelurahan agar diteruskan kepada masyarakat yang sebelumnya terdampak. Langkah itu dilakukan agar warga memperoleh informasi resmi mengenai hasil pemeriksaan laboratorium.
Meski hasil uji menyatakan kondisi lingkungan aman, DLH tetap meminta PT Kilang Pertamina Balikpapan mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP), khususnya pada kegiatan operasional yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar.
Selain itu, perusahaan juga diminta lebih meningkatkan koordinasi dengan pemerintah apabila akan melaksanakan kegiatan seperti proses commissioning atau pekerjaan lain yang berpotensi menimbulkan gangguan bagi masyarakat.
“Ada beberapa prosedur yang harus mereka review kembali sehingga kejadian seperti kemarin bisa diminimalkan,” ujar Sudirman.
Ia menegaskan, komunikasi yang cepat antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam penanganan setiap dugaan pencemaran lingkungan. Karena itu, masyarakat diimbau segera melaporkan apabila menemukan kejadian serupa.
“Kalau ada kejadian seperti itu, segera koordinasikan ke kelurahan atau instansi terkait. Dengan begitu kita bisa bergerak bersama mengambil langkah cepat, mulai dari pengecekan di lapangan hingga pengambilan sampel, seperti yang dilakukan kemarin,” tuturnya.
Sudirman menjelaskan, setelah menerima laporan dari masyarakat, tim DLH langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan awal dan mengambil sampel. Selanjutnya, sampel tersebut diuji lebih rinci di laboratorium independen Sucofindo.
“Hasil pengujian detail menyimpulkan serpihan debu yang terjadi saat itu tidak berbahaya dan kualitas udaranya masih memenuhi baku mutu ambien,” katanya.
Sementara itu, VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, memastikan seluruh rekomendasi yang diberikan DLH maupun Dinas Kesehatan Kota Balikpapan telah ditindaklanjuti sesuai arahan pemerintah.
Ia mengatakan hasil pengujian laboratorium independen terhadap sampel yang diambil juga telah disampaikan kepada kedua instansi tersebut sebagai bentuk transparansi.
“Seluruh rekomendasi yang disampaikan oleh DLH dan Dinas Kesehatan telah kami tindaklanjuti dan laksanakan sesuai arahan yang diberikan. Hasil pengujian laboratorium independen terhadap sampel terkait juga telah kami sampaikan kepada DLH dan DKK,” ujar Asep.
Ke depan, lanjutnya, PT Kilang Pertamina Balikpapan akan melanjutkan tahapan start-up commissioning sebagai bagian dari penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan melibatkan pemerintah daerah serta instansi teknis terkait.
Menurut Asep, perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, baik dari sisi teknis maupun nonteknis, guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.
“Kami memohon dukungan dan doa dari masyarakat Balikpapan, khususnya warga di sekitar wilayah operasional kami, agar proses ini dapat berjalan lancar demi keberlangsungan operasional yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
