Depo Kontainer Km 13 Balikpapan Masuki Tahap Pembersihan Lahan, Dishub Targetkan Tekan Parkir Liar Truk
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus melanjutkan pembangunan depo kontainer di kawasan Kilometer 13 sebagai upaya menata angkutan logistik sekaligus mengatasi persoalan parkir liar kendaraan besar yang selama ini kerap terjadi di sejumlah ruas jalan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman mengatakan, proyek yang dibangun di atas lahan seluas 11,2 hektare milik Pemkot Balikpapan tersebut saat ini telah memasuki tahap pembersihan lahan (land clearing).
“Pekerjaan saat ini sudah memasuki tahap land clearing dan terus kita evaluasi. Progresnya sudah sekitar 70 sampai 80 persen,” kata Fadli, Senin (20/6/2026).
Menurut dia, pekerjaan pembersihan lahan ditargetkan dapat selesai dalam lima hingga enam pekan ke depan sesuai dengan kontrak yang telah berjalan. Setelah itu, pembangunan akan dilanjutkan secara bertahap dengan dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan maupun bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Insya Allah dalam lima minggu ke depan proses land clearing selesai, dan ke depan akan dilanjutkan dengan skema pembiayaan APBD atau Bankeu dari provinsi,” ujarnya.
Fadli menjelaskan, pada tahap awal operasional, depo kontainer tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar 23 unit truk dengan berbagai jenis kontainer. Kapasitas itu dinilai cukup untuk mendukung aktivitas logistik, dengan panjang kendaraan yang dapat ditampung mencapai sekitar 18 meter.
Ia mengatakan, keberadaan depo kontainer di Kilometer 13 diharapkan menjadi solusi terhadap persoalan parkir liar kendaraan berat yang selama ini masih ditemukan di sejumlah titik di Kota Balikpapan.
“Depo kontainer ini akan kita lengkapi dengan SPBU. Ini menjadi jawaban atas persoalan parkir liar kendaraan besar,” kata Fadli.
Selain area parkir dan fasilitas pendukung logistik, pemerintah juga berencana melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Wali Kota Balikpapan guna memastikan pengembangan kawasan berjalan sesuai rencana.
Ke depan, kawasan depo kontainer tersebut akan dikembangkan menjadi pusat penunjang aktivitas transportasi barang yang lebih terintegrasi. Kehadiran fasilitas pendukung seperti stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional kendaraan logistik.
Fadli menilai pembangunan depo kontainer ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem transportasi barang di Balikpapan sekaligus menjadi terobosan baru di Kalimantan Timur.
“Ini kebijakan strategis yang insya Allah baru pertama di Kalimantan Timur, khususnya di Balikpapan,” ucapnya.
Pemerintah Kota Balikpapan berharap keberadaan depo kontainer tersebut dapat menciptakan sistem distribusi logistik yang lebih tertata, sekaligus mengurangi dampak parkir liar kendaraan berat terhadap kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
