Pemkot
Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan memastikan kebutuhan pokok di Kota Balikpapan dalam tiga bulan kedepan masih dalam keadaan aman. Jum'at (14/10/2022).

Disdag Pastikan Kebutuhan Pokok Kota Balikpapan Aman Dalam 3 Bulan Kedepan

Balikpapan, Gerbangkaltim.com Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan memastikan kebutuhan pokok di Kota Balikpapan dalam tiga bulan kedepan masih dalam keadaan aman. Pernyataan ini disampaikan Disdag Kota Balikpapan setelah melakukan komonikasi dengan distributor yang ada di Balikpapan.

Kepala Disdag Balikpapan, Arzaedi Rachman mengatakan, peran pemerintah salah satunya adalah mengakomodir kebutuhan pokok bagi warganya, caranya dengan selalu menjalani berkomunikasi ke daerah pemasok. Selain itu pemerintah juga wajib memiliki kontrol terhadap bahan kebutuhan pokok tersebut.

“Harga komoditi yang naik berdasarkan pantauan Disdag, diantaranya daging ayam ras yang tadinya Rp32 ribu naik jadi Rp 34 ribu, bayam Rp12 ribu jadi Rp13 ribu, sayur mayur dengan situasi begini akan tambah naik lagi,” ujarnya, Jumat (14/10/2022).

Sedangkan komoditi yang harganya mengalami penurunan dalam seminggu terakhir yakni ada telur ayam dari Rp 31 ribu perkg jadi Rp 29 ribu perkg. Cabai merah dan bawang merah.

Adapun untuk ketersediaan bahan pokok yang terdiri dari 11 jenis , seperti beras kebutuhan 248 ton perhari ketersedian yang ada 19.935 ton bertahan sampai 3 bulan kedepan.

Kedelai pasokan sampai 5 bulan kedepan, cabai sampai 2 minggu, Bawang merah 2 bulan, gula pasir 3 bulan, tepung 4 bulan, minyak 5 bulan, daging sapi 3 bulan, daging 2 bulan.

“Secara keseluruhan stok di Balikpapan aman, hingga 3 bulan kedepan,” ucapnya.

Dikatakannya, pasokan kebutuhan pokok untuk Kota Balikpapan berasal dari luar daerah, antara lain Jatim, Sulsel,Sulbar, Sulteng, Jakarta.

Sedangkan terkait pemenuhan kebutuhan pokok Kota Balikpapan sebagai Penyangga IKN. Arzaedi mengatakan tengah melakukan pendataan distributor dengan proyeksi pertumbuhan penduduk.

“Kami saat ini sedang melakukan pendataan pelaku distribusi yang ada di Balikpapan, dan di 2023 melakukan penyusunan kemampuan Kota Balikpapan karena melihat pertumbuhan penduduk naik 1,2 persen dengan adanya IKN diprediksi naik jadi 5 persen,” paparnya.

Disdag Balikpapan saat ini tengah melakukan kajian kerjasama dengan daerah pemasok yang berkesinambungan, kondisi cuaca tidak menentu sering terjadi pasokan kita dari sulawesi kosong, larinya ke Jawa.

“Kami juga mengembangkan informasi perdagangan sebagai sarana pemantauan harga dan stok, yang mana 5 pasar langsung dipantau oleh Kemendag yang sebelumnya hanya 2 pasar,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *