Pemkot
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana

DLH Balikpapan Kembangkan Inovasi di TPA Manggar

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan berencana melakukan modernisasi proses pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar, Balikpapan Timur.

Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak peningkatan volume sampah di Kota Balikpapan seiring dengan peningkatan kegiatan proses pembangunan ibu kota negara (IKN) Nusantara di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pasalnya, Kota Balikpapan menjadi wilayah penyangga ibu kota negara yang lokasi paling berdekatan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan, dengan kondisi TPA Manggar yang ada saat ini tidak memungkinkan untuk dilakukan perluasan lagi.

“Jadi Ide satu-satunya dalam menyikapi lonjakan volume sampah dari IKN adalah dengan menerapkan teknologi. Sehingga sampah yang masuk ke TPA dapat diolah dan habis,” ujarnya, Jumat (4/11/2022).

Sudirman menambahkan, rencana tersebut perlu dilakukan kalau ternyata lokasi IKN tidak mempunyai TPA sendiri, baik yang disediakan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.

“Kalau toh IKN saat ini masih proses membangun, dan menghasilkan sampah dan TPA-nya sendiri itu belum ada, baik dari pemerintah pusat ataupun dari provinsi, silakan masuk. Tapi TPA Manggar dibantu dari segi fasilitas agar bisa lebih panjang dengan bantuan teknologi,” ungkapnya.

Dikatakannya, hal ini serupa dengan yang dilakukan di beberapa negara maju, yang sampahnya bisa diolah habis dan menghasilkan energi listrik, dan hal-hal yang lain yang bisa bermanfaat.

“Dengan luasan tanah yang kurang lebih 50 hektare tersebut sampah bisa habis di sana dan ini membutuhkan bantuan teknologi,” ucapnya.

Apalagi lahan TPA sudah dekat dengan permukiman di sekitarnya. Maka satu-satunya cara butuh terobosan teknologi untuk mengelola sampah.

“Seperti negara-negara maju yang sampah dikelola habis. Bahkan sampah menjadi energi listrik atau lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Dia menambahkan, nantinya akan ada pembahasan lagi antara Pemkot Balikpapan dan Badan Otorita IKN. Selain masalah sampah IKN, pihaknya juga akan membahas soal Teluk Balikpapan hingga sampah pesisir.

“Ini perlu segera dipikirkan oleh pemerintah daerah, Otorita IKN, dan kementerian,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *