Dua Tower Transmisi Roboh, PLN Kerahkan 100 Personel ke Berau

PLN UID Kaltimra
Tim teknis gabungan PLN saat melakukan perakitan konstruksi tower emergency SUTT 150 kV Maloy-Talisayan untuk memulihkan pasokan listrik yang terputus akibat pohon tumbang di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Rabu (28/10/2026). (Foto: Dok. PLN UID Kaltimra)

TANJUNG REDEB, Gerbangkaltim.com – Dua tower transmisi roboh di jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Maloy–Talisayan akibat tertimpa pohon tumbang, memicu gangguan pasokan listrik di wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Merespons kondisi darurat tersebut, PT PLN (Persero) langsung menerjunkan lebih dari 100 personel gabungan dari berbagai unit untuk mempercepat pembangunan tower emergency sebagai infrastruktur pengganti sementara.

Insiden robohnya dua struktur pendukung jaringan listrik vital tersebut terjadi pada 25 Oktober 2026. Sejak terjadinya gangguan, tim teknis PLN bergerak cepat melakukan mobilisasi material berat, penyiapan tapak konstruksi, hingga perakitan rangka tower emergency. Langkah cepat ini diambil demi mempercepat pemulihan keandalan penyaluran arus listrik ke rumah warga, fasilitas umum, dan pusat kegiatan usaha di kawasan Berau dan sekitarnya.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra), Muchamad Chaliq Fadli, mengungkapkan bahwa mobilisasi personel skala besar ini merupakan prioritas utama perusahaan dalam merespons musibah alam tersebut. Pihaknya berupaya keras agar jaringan transmisi yang lumpuh dapat segera kembali terhubung ke sistem interkoneksi.

“Sekitar 100 personel gabungan dari berbagai unit PLN kami kerahkan untuk mendukung percepatan pembangunan tower emergency. Seluruh sumber daya kami optimalkan agar jaringan transmisi yang terdampak dapat segera difungsikan kembali. Di tengah tantangan kelistrikan yang masih berlangsung, perbaikan ini menjadi prioritas utama kami demi memulihkan pasokan listrik bagi masyarakat Berau,” tegas Muchamad Chaliq Fadli.

Ia menjelaskan bahwa proses pendirian tower emergency melewati serangkaian tahapan teknis yang presisi. Mulai dari pembersihan puing-puing tower yang rusak, pemancangan tiang darurat, penarikan kawat penghantar (conductor), hingga tahap pengujian ketat (commissioning test) sebelum dialiri tegangan listrik. Seluruh pekerjaan konstruksi darurat ini dipacu secara intensif 24 jam dengan tetap memberlakukan standar keselamatan kerja yang ketat.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Berau, Erwinton Naibaho, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pelanggan di Kabupaten Berau atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama masa pemulihan darurat ini. Selama proses perbaikan tower emergency berlangsung, PLN menerapkan manajemen skema pengaturan beban listrik secara bergilir guna menjaga kestabilan daya yang tersisa.

“Kami terus mengelola pasokan listrik yang tersedia seoptimal mungkin untuk meminimalkan dampak yang dirasakan masyarakat. Pengaturan beban dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi operasional aktual dan diprioritaskan untuk menjaga fasilitas publik vital seperti rumah sakit dan sarana pelayanan umum,” ujar Erwinton.

PLN UP3 Berau juga terus menyampaikan pembaruan informasi jadwal Manajemen Beban secara transparan melalui kanal resmi dan berkoordinasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Berau. Selain itu, PLN mengimbau masyarakat yang mengoperasikan generator set (genset) mandiri agar senantiasa memperhatikan aspek keselamatan, seperti menempatkan mesin di area terbuka dengan sirkulasi udara baik guna mencegah risiko keracunan gas buang maupun potensi bahaya kebakaran.

Sumber: Siaran Pers Resmi PLN UID Kaltimra

Tinggalkan Komentar