Gajah Ganesha Lahir di Tesso Nilo: Anak Keenam Lisa Jadi Harapan Baru Konservasi

Tesso Nilo
Induk gajah Lisa mengasuh bayinya, Ganesha, beberapa saat setelah lahir dengan selamat di Camp Elephant Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Pelalawan, Riau.

PELALAWAN, Gerbangkaltim.com – Kabar bahagia menyelimuti dunia konservasi Indonesia. Seekor anak gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) berjenis kelamin jantan lahir dengan selamat dari induk bernama Lisa di Camp Elephant Flying Squad (EFS) Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Senin (28/9/2026) pukul 19.00 WIB.

Kelahiran anggota keluarga baru ini diumumkan langsung secara resmi oleh Balai Taman Nasional Tesso Nilo melalui akun Instagram resminya (@btntessonillo), serta ditegaskan oleh Menteri Kehutanan (Menhut) RI, Raja Juli Antoni, saat melakukan kunjungan kerja di Riau.

Menhut Raja Juli Antoni menyampaikan rasa syukur mendalam atas persalinan lancar induk gajah Lisa. Anak gajah jantan tersebut secara khusus diberi nama Ganesha oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto).

“Mama Lisa melahirkan anaknya yang keenam di Tesso Nilo. Alhamdulillah, hari ini kita sudah dapat nama untuk bayinya, baby boy. Nama ini diberikan oleh Ibu Titiek, Ketua Komisi IV DPR RI, yaitu Ganesha,” ujar Menhut Raja Juli Antoni.

Nama Ganesha disematkan lantaran mengandung filosofi dan makna simbolis yang kuat dalam tradisi sejarah, yakni sosok berkepala gajah yang menyimbolkan kebijaksanaan, keberanian, serta pendorong awal baru dalam mengatasi rintangan. Kehadiran Ganesha diharapkan menjadi simbol keberlanjutan dan perlindungan bagi populasi gajah sumatera di tengah ancaman kerusakan habitat.

Tim dokter hewan, perawat satwa, beserta para mahout (pawang gajah) telah melakukan pemantauan ketat sejak H-1 proses persalinan. Dari hasil pemeriksaan medis awal, bayi gajah Ganesha lahir sangat sehat dengan berat badan sekitar 126 kilogram, tinggi badan 96 sentimeter, dan panjang badan 101 sentimeter.

Menariknya, sekitar 20 menit setelah dilahirkan, Ganesha sudah menunjukkan refleks fisik yang sangat responsif dengan mampu berdiri menopang tubuhnya sendiri dan langsung menyusu pada sang induk.

Kelahiran Ganesha disambut optimis oleh para pegiat lingkungan dan pemangku kepentingan. Meski demikian, Kementerian Kehutanan dan Balai TNTN mengingatkan bahwa tantangan konservasi satwa tidak berhenti pada momen persalinan semata, melainkan juga menjaga keamanan ruang hidup dan kelestarian ekosistem hutan Tesso Nilo secara berkesinambungan.

Sumber: Instagram Balai Taman Nasional Tesso Nilo (@btntessonillo) & Siaran Pers Kementerian Kehutanan RI

Tinggalkan Komentar