Hari Kesaktian Pancasila, Lapas Banjarmasin Tekankan Nilai Persatuan dalam Pembinaan Warga Binaan

Lapas Banjarmasin
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026, Kamis (1/10/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026, Kamis (1/10/2026).

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Kalimantan Selatan Erwedi Supriyatno bertindak sebagai inspektur upacara.

Upacara yang berlangsung di lingkungan Lapas Banjarmasin tersebut diikuti Kepala Lapas Banjarmasin Akhmad Herriansyah, jajaran pejabat struktural dan petugas, serta jajaran Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan.

Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan kepada inspektur upacara dan laporan komandan upacara. Erwedi kemudian memimpin mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan.

Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta naskah ikrar. Pembacaan doa kemudian menjadi bagian akhir dari rangkaian inti upacara sebelum seluruh peserta mengikuti penutupan kegiatan.

Bagi jajaran Lapas Banjarmasin, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai persatuan dan pengabdian dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Kalapas Banjarmasin Akhmad Herriansyah mengatakan nilai-nilai Pancasila perlu diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, terutama melalui pelayanan dan pembinaan kepada warga binaan.

“Semangat persatuan, gotong royong, dan pengabdian harus kita wujudkan melalui pelayanan serta pembinaan yang baik kepada warga binaan,” ujar Akhmad Herriansyah.

Menurut dia, penerapan nilai Pancasila juga harus berjalan seiring dengan profesionalisme dan pendekatan humanis.

Hal itu penting agar proses pembinaan tidak hanya berorientasi pada keamanan dan ketertiban, tetapi juga membantu warga binaan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

Sementara itu, usai pelaksanaan upacara, Erwedi Supriyatno menyempatkan diri berkeliling dan berinteraksi langsung dengan sejumlah warga binaan di area Lapas Banjarmasin.

Dalam kesempatan tersebut, Erwedi mengingatkan warga binaan untuk menjaga kesehatan, kebersihan, dan ketertiban selama menjalani proses pembinaan.

“Jaga kesehatan, jaga kebersihan, dan jaga ketertiban selama berada di Lapas. Semua akan bebas pada waktunya. Karena itu, jaga perilaku dan ikuti proses pembinaan dengan baik, agar ketika tiba waktunya kembali ke masyarakat, saudara-saudara dapat menjadi pribadi yang lebih baik,” kata Erwedi.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa proses pemasyarakatan tidak berhenti pada pelaksanaan keamanan di dalam lembaga pemasyarakatan, tetapi juga diarahkan pada pembinaan perilaku dan kesiapan warga binaan sebelum kembali ke lingkungan masyarakat.

Akhmad Herriansyah mengatakan, komunikasi langsung dengan warga binaan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembinaan. Menurut dia, interaksi tersebut dapat menjadi ruang untuk mengetahui kondisi maupun masukan dari warga binaan secara langsung.

“Komunikasi secara langsung menjadi kesempatan untuk mendengar kondisi dan masukan dari warga binaan. Dengan komunikasi yang baik, berbagai hal dapat diketahui lebih awal dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” ujarnya.

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lapas Banjarmasin berlangsung tertib dan khidmat. Peringatan tersebut menjadi momentum bagi jajaran pemasyarakatan untuk memperkuat komitmen terhadap nilai persatuan, pelayanan humanis, serta pembinaan warga binaan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar