Hujan Mulai Turun, Wali Kota Balikpapan Ingatkan Warga Hemat Air dan Jangan Jual Air PDAM

Pemkot Balikpapan
Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME.,

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Hujan yang mulai mengguyur Balikpapan menjadi kabar baik di tengah kondisi ketersediaan air baku yang sebelumnya mendapat perhatian akibat minimnya curah hujan.

Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., mengatakan, turunnya hujan diharapkan menjadi awal membaiknya kondisi sumber air di Kota Balikpapan. Ia juga menyebut kondisi debit air di waduk saat ini masih relatif aman, namun masyarakat tetap diminta tidak boros menggunakan air.

“Ini hujan turun, akhirnya doanya kita terkabul. Hari ini mulai mendung, mudah-mudahan dalam bulan ini banyak hujan turun,” kata Rahmad Mas’ud, Jum’at (11/9/2026).

Menurut dia, kondisi ketersediaan air masih cukup terkendali. Namun, situasinya bisa berubah apabila hujan kembali tidak turun dalam waktu cukup lama.

“Kalau saya lihat dari debit air yang ada di waduk kita, mungkin masih aman. Tapi kalau sampai dua bulan tidak hujan, ya tidak nyaman jadinya,” ujarnya.

Karena itu, Rahmad Mas’ud mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak. Ia meminta warga memanfaatkan tempat penampungan air yang tersedia di rumah untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya pengaturan distribusi air.

“Gunakan air dengan secukupnya. Bagi kita, setiap rumah kan pasti punya penampungan air. Mungkin bisa jadi PDAM nanti akan mengadakan pergiliran,” katanya.

Rahmad Mas’ud menjelaskan, jika kondisi air baku semakin menurun, distribusi air kepada pelanggan berpotensi dilakukan secara bergiliran. Karena itu, masyarakat diminta memiliki cadangan air di rumah masing-masing.

“Artinya kalau satu, dua hari, tiga hari mungkin tidak dialiri air karena digilir, paling tidak kita punya wadah atau tempat penyimpanan air. Nah, simpanlah air,” ujar Rahmad Mas’ud.

Ia menilai penggunaan air rumah tangga dalam kondisi normal seharusnya dapat diatur agar tidak berlebihan. Menurutnya, kebiasaan menghemat air menjadi penting apabila kondisi kemarau berkepanjangan kembali terjadi.

Selain mengingatkan soal penghematan, Rahmad juga meminta masyarakat tidak menjadikan air PDAM sebagai barang komersial untuk diperjualbelikan.

Ia menegaskan, air yang disalurkan kepada masyarakat harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga, bukan dimanfaatkan untuk mencari keuntungan pribadi.

“Kami mau juga kepada saudara-saudara kita yang menggunakan air PDAM, jangan ini dijadikan komersial,” tegasnya.

Rahmad Mas’ud mengatakan, meski belum menemukan adanya praktik tersebut, ia berharap tidak ada masyarakat yang memperjualbelikan air PDAM, terutama ketika kondisi ketersediaan air sedang menjadi perhatian bersama.

“Mungkin tidak ada ya, tapi nanti ke depannya mudah-mudahan jangan ada. Kalau itu Anda jadikan komersial, ya repot. Yang repot kita semua,” katanya.

Ia kembali mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga penggunaan air sehingga ketersediaan air di Balikpapan tetap terjaga, terutama jika musim kemarau kembali berlangsung panjang.

“Jangan sampai jualan air PDAM,” pungkas Rahmad Mas’ud. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar