Harga Beras, Bawang, dan Cabai di Balikpapan Mulai Naik
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Sejumlah harga bahan pokok di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mulai mengalami kenaikan. Komoditas seperti beras, bawang, dan cabai tercatat mengalami peningkatan harga di tingkat pedagang.
Meski demikian, Dinas Perdagangan Kota Balikpapan menilai kenaikan tersebut masih dalam batas yang dapat ditoleransi. Pemerintah bersama Satgas Pangan Polda Kaltim juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan perkembangan harga kebutuhan pokok tetap terkendali.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar mengatakan, pihaknya telah turun langsung ke lapangan bersama Satgas Pangan Polda Kaltim untuk memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar.
“Memang harga komoditas kita, khususnya sembako, utamanya beras, kemudian bawang dan cabai, ada kenaikan sedikit,” kata Haemusri, Rabu (9/9/2026).
Menurut Haemusri, kenaikan harga bahan pokok merupakan kondisi yang perlu terus dipantau, terutama pada komoditas yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Pemerintah tidak ingin kenaikan harga berlangsung tanpa pengawasan dan kemudian berkembang menjadi lonjakan yang dapat membebani daya beli masyarakat.
Karena itu, harga di tingkat pedagang tetap harus mengacu pada ketentuan harga eceran tertinggi atau HET yang telah ditetapkan untuk komoditas tertentu.
Haemusri menyebut, toleransi kenaikan harga yang masih dapat diberikan kepada pedagang berada di kisaran lima persen dari nilai HET.
“Ada HET-nya. Jadi kita tetap mengacu ke HET. Kalau ada kenaikan, toleransinya kurang lebih lima persen dari HET,” ujarnya.
Pemantauan bersama Satgas Pangan dilakukan untuk melihat kondisi harga secara langsung sekaligus mengantisipasi adanya kenaikan yang tidak wajar.
Selain harga, pemerintah juga memastikan aspek pasokan dan distribusi menjadi perhatian. Ketersediaan barang di pasar dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok.
Beras, bawang, dan cabai merupakan komoditas yang cukup sensitif terhadap perubahan pasokan dan permintaan. Gangguan distribusi maupun berkurangnya pasokan dari daerah penghasil dapat memengaruhi harga di tingkat konsumen.
Oleh sebab itu, Dinas Perdagangan Kota Balikpapan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar.
Haemusri juga mengingatkan para pedagang agar tidak mengambil keuntungan secara berlebihan dengan menaikkan harga di luar batas kewajaran.
Pemerintah Kota Balikpapan berharap kenaikan sejumlah komoditas yang terjadi saat ini tidak berkembang menjadi lonjakan harga yang lebih tinggi.
Pengawasan harga dan pasokan pun akan terus dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat.
Dengan pemantauan secara berkala dan koordinasi antara pemerintah daerah serta Satgas Pangan, kondisi harga bahan pokok di Balikpapan diharapkan tetap terkendali dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
