Pantai Dusit Balikpapan Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Bahari Unggulan di Tengah Kota

Pemkot Balikpapan
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma.

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Pantai Dusit di kawasan Markoni, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata bahari unggulan di tengah kota.

Potensi tersebut terlihat dari tingginya aktivitas masyarakat yang memanfaatkan kawasan Pantai Dusit.

Pemerintah Kota Balikpapan menilai kondisi itu dapat menjadi modal awal untuk menata kawasan tersebut secara lebih terarah.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma mengatakan, pengembangan Pantai Dusit tidak cukup hanya dengan mengandalkan daya tarik pantai.

Menurut dia, keterlibatan masyarakat sekitar menjadi salah satu faktor penting agar pengelolaan kawasan wisata dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Ini berpotensi dijadikan satu destinasi utama bahari. Hanya memang harus dibentuk kelompok sadar wisata yang melibatkan masyarakat yang ada di sekitar,” kata Ratih, Senin (7/9/2026).

Ratih mengatakan, pembentukan kelompok sadar wisata dapat menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan kawasan yang lebih terarah. Masyarakat tidak hanya menjadi pengunjung, tetapi juga dapat terlibat dalam menjaga sekaligus mengembangkan destinasi.

Namun, rencana pengembangan Pantai Dusit masih menghadapi persoalan lahan. Menurut Ratih, ketersediaan lahan menjadi hal yang perlu dibicarakan karena penataan kawasan wisata membutuhkan ruang yang cukup.

Lahan tersebut nantinya diperlukan untuk mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari fasilitas wisata, aktivitas pengunjung hingga aspek keselamatan dan keamanan.

Meski demikian, posisi Pantai Dusit yang berada tidak jauh dari pusat Kota Balikpapan menjadi salah satu keunggulan tersendiri.

Lokasi yang relatif mudah dijangkau dinilai dapat menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Kalau sudah ada lahannya, bisa kita branding. Tinggal ditambah atraksi-atraksi agar bisa menarik pengunjung dan pengelolaannya juga lebih mudah dikontrol,” ujar Ratih.

Ia mengatakan Disparpora siap memberikan pendampingan apabila rencana pengembangan Pantai Dusit mulai diarahkan secara lebih serius. Koordinasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak yang mengelola kawasan dinilai perlu dilakukan sejak tahap awal.

Selain aspek pengembangan wisata, Ratih menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Pantai Dusit.

Menurut dia, kegiatan bersih-bersih kawasan pantai yang selama ini dilakukan masyarakat harus menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Kita ingin mengajak generasi muda dan masyarakat untuk kembali peduli terhadap lingkungan. Tidak hanya di pantai, tetapi juga bisa dilakukan di rumah ibadah dan ruang-ruang publik lainnya,” pungkas Ratih.

Dengan dukungan masyarakat, penataan lahan, serta penambahan atraksi wisata, Pantai Dusit dinilai memiliki peluang untuk berkembang menjadi ruang wisata bahari yang tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar