Sampah Pantai Balikpapan Banyak Berasal dari Daratan, Pemkot Soroti Kebiasaan Warga

Pemkot Balikpapan
Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr Ir H Bagus Susetyo, MM.

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menilai persoalan sampah di kawasan pesisir tidak cukup ditangani dengan membersihkan pantai. Pengendalian sampah dari kawasan permukiman hingga saluran air dinilai menjadi kunci agar sampah tidak terus bermuara ke laut.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr Ir H Bagus Susetyo, MM mengatakan, sampah yang ditemukan di kawasan pesisir tidak seluruhnya berasal dari aktivitas masyarakat di sekitar pantai.

Sebagian sampah, kata dia, berpotensi terbawa dari kawasan daratan melalui parit, drainase, dan saluran air yang bermuara ke laut.

Hal tersebut disampaikan Bagus saat menghadiri kegiatan bersih-bersih pantai di kawasan RT 1, Kelurahan Damai, Balikpapan, Rabu (3/8/2026).

Kegiatan tersebut diinisiasi Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) bersama Enable Project, komunitas yang bergerak di bidang lingkungan hidup.

Menurut Bagus, kegiatan bersih pantai merupakan langkah positif untuk meningkatkan kepedulian masyarakat. Namun, aksi tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan sesaat.

“Mudah-mudahan Pemerintah Kota mengapresiasi kegiatan ini. Selanjutnya, mudah-mudahan perusahaan swasta atau komunitas-komunitas bisa melakukan hal yang sama,” ujar Bagus.

Sampah dari Permukiman Mengalir ke Laut
Bagus menjelaskan, persoalan sampah di pesisir harus dilihat sebagai bagian dari persoalan pengelolaan lingkungan secara menyeluruh.

Sampah yang dibuang sembarangan ke jalan, parit, drainase maupun saluran air dapat terbawa aliran air dan akhirnya masuk ke kawasan pesisir.

Karena itu, menurut dia, membersihkan sampah di pantai hanya menangani persoalan di bagian hilir. Sementara sumber masalahnya perlu dicegah sejak dari lingkungan permukiman.

“Yang paling penting adalah kita berharap warga semua yang ada di Kota Balikpapan selalu menjaga kebersihan lingkungan. Membuang sampah tidak di saluran, tetapi tetap di tempatnya,” kata Bagus.

Ia menilai perubahan kebiasaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan kota. Jika sampah terus dibuang ke saluran air, beban penanganan di kawasan pesisir akan semakin besar.

Sebaliknya, pengelolaan sampah dari sumbernya dapat mengurangi sampah yang terbawa hingga ke laut.

Bersih Pantai Perlu Jadi Gerakan Bersama
Pemkot Balikpapan mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan bersih pantai, mulai dari perusahaan, komunitas lingkungan hingga masyarakat.

Bagus berharap kegiatan serupa tidak hanya dilakukan dalam momentum tertentu, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Ini adalah suatu hal yang positif dan mudah-mudahan menjadi penggerak untuk kita selalu hidup bersih, hidup sehat, dan menjaga lingkungan, terutama dalam membuang sampah,” tutur Bagus.

Menurut dia, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya berkaitan dengan keindahan kota. Kebiasaan menjaga lingkungan juga berhubungan dengan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Karena itu, upaya menjaga kawasan pesisir perlu dimulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing warga.
Pantai yang bersih, kata Bagus, tidak hanya ditentukan oleh mereka yang memungut sampah di tepi laut, tetapi juga oleh masyarakat yang tidak membuang sampah sembarangan sejak dari daratan.

Dengan pendekatan tersebut, penanganan sampah di Balikpapan diharapkan tidak sekadar berorientasi pada pembersihan di hilir, tetapi juga mencegah sampah masuk ke saluran air sejak dari sumbernya. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar