Pertamina RU V Balikpapan Uji Kesiapan Hadapi Wabah MERS-CoV Lewat Emergency Drill
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) V Balikpapan menggelar Emergency Drill SKD 13 dengan skenario wabah Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV), Jumat (4/9/2026).
Simulasi tersebut dilakukan untuk menguji kesiapan pekerja dan berbagai fungsi terkait dalam menghadapi kondisi kedaruratan kesehatan, khususnya potensi penyebaran penyakit menular di lingkungan kilang.
Dalam simulasi, seorang pekerja diperankan mengalami kondisi suspek MERS-CoV. Meski mengalami keluhan lemas, pekerja tersebut tetap beraktivitas dan tidak melakukan isolasi mandiri.
Skenario itu kemudian digunakan untuk menguji rangkaian respons perusahaan, mulai dari mendeteksi kondisi awal, pelaporan, penanganan medis, pengendalian area hingga upaya mitigasi untuk mencegah penyebaran penyakit.
General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan, Novie Handoyo Anto mengatakan, emergency drill menjadi salah satu cara perusahaan memastikan seluruh fungsi memahami peran masing-masing ketika terjadi keadaan darurat.
“Melalui emergency drill ini, kami memastikan setiap fungsi memahami peran dan tanggung jawabnya ketika menghadapi kondisi kedaruratan kesehatan,” ujar Anto.
Menurut dia, kecepatan dalam mengenali kondisi, ketepatan mengambil tindakan, serta koordinasi antarbagian menjadi faktor penting dalam penanganan keadaan darurat.
“Kecepatan dalam mengenali kondisi, ketepatan dalam mengambil tindakan, serta koordinasi yang baik menjadi faktor penting untuk melindungi pekerja sekaligus memastikan kegiatan operasional tetap berjalan dengan aman,” katanya.
Simulasi melibatkan sejumlah fungsi di lingkungan RU V Balikpapan. Selain itu, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Balai Kekarantinaan Kesehatan Balikpapan.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari pengujian terhadap efektivitas komunikasi dan koordinasi antara perusahaan dengan pihak eksternal dalam menghadapi kondisi kedaruratan kesehatan.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan Dodi Yapsenang mengatakan, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat tidak hanya bergantung pada aspek teknis dan medis.
“Dalam kondisi kedaruratan, komunikasi menjadi salah satu aspek yang sangat penting. Informasi harus dapat disampaikan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi agar setiap pihak memahami kondisi serta langkah yang perlu dilakukan,” ujar Dodi.
Dia mengatakan, simulasi juga digunakan untuk melihat sejauh mana koordinasi antarfungsi maupun dengan pemangku kepentingan eksternal dapat berjalan efektif.
“Melalui drill ini, kami juga menguji bagaimana koordinasi dan komunikasi antar fungsi maupun dengan stakeholder eksternal dapat berjalan efektif,” katanya.
Dodi menambahkan, keterlibatan Balai Kekarantinaan Kesehatan Balikpapan menjadi bagian dari upaya membangun kesiapan bersama menghadapi kemungkinan kedaruratan kesehatan.
“Kolaborasi dengan stakeholder, termasuk Balai Kekarantinaan Kesehatan Balikpapan, menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan bersama,” ucapnya.
Setelah simulasi, Pertamina RU V Balikpapan melakukan evaluasi terhadap prosedur yang diterapkan, efektivitas koordinasi, serta kemampuan tim dalam memberikan respons secara cepat dan terarah.
Evaluasi tersebut selanjutnya menjadi bahan untuk menyempurnakan sistem kesiapsiagaan dan respons kedaruratan di lingkungan kilang.
Pertamina RU V Balikpapan menegaskan aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari operasional perusahaan.
Kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat dilakukan secara berkala melalui pelatihan, simulasi, evaluasi, dan penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, tetapi juga menjaga keandalan operasional kilang ketika menghadapi kondisi darurat.
BACA JUGA
