Pertamina RU Balikpapan Raih Best of The Best ISEA 2026, Borong Lima Penghargaan Keselamatan

Pertamina
PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balikpapan kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam Dalam ajang 3rd OSH Asia Summit 2026 dan Indonesia Safety Excellence Award (ISEA) 2026, Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan meraih sejumlah penghargaan, termasuk Best of The Best – The Best Safety Performance Organization pada ajang First Indonesia Magazine tersebut berlangsung di Prama Sanur Beach Hotel, Sanur, Bali, Jumat (4/9/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balikpapan kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Dalam ajang 3rd OSH Asia Summit 2026 dan Indonesia Safety Excellence Award (ISEA) 2026, Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan meraih sejumlah penghargaan, termasuk Best of The Best – The Best Safety Performance Organization.

Ajang yang diselenggarakan First Indonesia Magazine tersebut berlangsung di Prama Sanur Beach Hotel, Sanur, Bali, Jumat (4/9/2026).

Selain penghargaan Best of The Best, RU Balikpapan juga meraih penghargaan bintang lima pada tiga kategori, yakni Best Safety Culture and Human Performance Award, Best Digital Safety Transformation Award, dan Best Predictive Safety System Excellence Award.

Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah pimpinan RU Balikpapan. General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan, Novie Handoyo Anto, menerima penghargaan The Best Leadership on OSH Culture.

Sementara itu, Manager HSSE RU V Balikpapan, Binsar Butar Butar, memperoleh penghargaan Excellence in Safety Culture Leadership.

General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan, Novie Handoyo Anto mengatakan, sederet penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian perusahaan, tetapi menjadi pengingat agar budaya keselamatan terus dipertahankan dan ditingkatkan.

“Penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, tetapi menjadi pengingat bahwa budaya keselamatan harus terus kita rawat dan tingkatkan,” ujar Anto.

Menurut dia, keselamatan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan standar dan prosedur. Lebih dari itu, keselamatan membutuhkan kepedulian setiap pekerja, keberanian untuk saling mengingatkan, serta kesadaran atas dampak dari setiap keputusan yang diambil.

“Keselamatan bukan hanya tentang memenuhi standar atau prosedur, tetapi tentang bagaimana setiap insan memiliki kepedulian, keberanian untuk saling mengingatkan, dan kesadaran bahwa setiap keputusan yang kita ambil memiliki dampak terhadap diri sendiri, rekan kerja, keluarga, dan keberlangsungan operasi,” katanya.

Dorong budaya keselamatan
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan Dodi Yapsenang mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa budaya keselamatan telah menjadi bagian dari perilaku pekerja di lingkungan perusahaan.

Ia menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi lintas fungsi dalam menjaga keandalan operasi sekaligus memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas.

“Penghargaan Best of The Best ini menjadi kebanggaan bagi seluruh insan RU Balikpapan sekaligus menjadi pengingat bahwa budaya keselamatan dibangun melalui konsistensi dan kolaborasi,” kata Dodi.

Menurut Dodi, penerapan budaya keselamatan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur perusahaan, mulai dari kepemimpinan, penerapan sistem dan teknologi, hingga kepedulian setiap individu.

“Bagi kami, pencapaian ini bukan sekadar tentang penghargaan, tetapi tentang bagaimana budaya keselamatan terus hidup dalam setiap aktivitas dan menjadi bagian dari cara kita bekerja,” ujarnya.

ISEA merupakan ajang tahunan yang memberikan apresiasi kepada perusahaan dan pemimpin yang dinilai memiliki komitmen, inovasi, serta kinerja unggul dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.

Anto mengatakan, penguatan budaya keselamatan di lingkungan RU Balikpapan juga harus mengikuti perkembangan teknologi. Menurut dia, transformasi digital dan sistem prediktif dapat membantu perusahaan mengidentifikasi serta mengendalikan potensi risiko sebelum berkembang menjadi insiden.

“Yang paling penting adalah memastikan setiap orang pulang ke rumah dalam kondisi selamat. Karena di balik setiap angka keselamatan, ada manusia yang ditunggu keluarganya,” kata Anto.

Ia menegaskan, keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui kepemimpinan, sistem yang andal, pemanfaatan teknologi, serta kepedulian setiap pekerja.

Rangkaian penghargaan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi, dan mengembangkan sistem keselamatan yang adaptif serta prediktif.

Tinggalkan Komentar