Karhutla Berau Disorot, DPR RI Siap Kawal Penanganannya
TANJUNG REDEP, Gerbangkaltim.com – Karhutla Berau dan dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat mendapat perhatian Anggota Komisi II DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Timur, Edi Oloan Pasaribu. Ia memastikan persoalan tersebut akan terus dipantau dan dikawal melalui parlemen.
Edi menilai pemerintah pusat telah menunjukkan keseriusan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. Namun, menurutnya, upaya tersebut masih perlu diperkuat karena dampak asap hingga kini masih dirasakan masyarakat di Kabupaten Berau.
Persoalan kabut asap, kata Edi, juga perlu dilihat secara lebih luas. Sebab, kondisi udara di suatu daerah tidak selalu hanya dipengaruhi kebakaran yang terjadi di wilayah tersebut. Pergerakan asap dari daerah lain, termasuk provinsi tetangga, juga perlu menjadi perhatian dalam proses penanganan.
“Pemerintah pusat saat ini memang sedang memprioritaskan penanganan secara serius. Tentunya kita apresiasi apa yang sudah dikerjakan pemerintah pusat, walaupun sekarang ini belum mengurangi kondisi yang ada di Berau,” ujar Edi.
Sebagai wakil masyarakat Kalimantan Timur di DPR RI, Edi menyatakan akan meminta perkembangan terbaru mengenai penanganan karhutla serta dampak asap yang dirasakan masyarakat. Ia juga berencana mengecek langsung informasi terbaru terkait kondisi di daerah pemilihannya.
“Saya sebagai perwakilan DPR RI nanti, mungkin minggu depan sudah aktif, saya akan sampaikan dan saya akan cek update terkini seperti apa, khususnya apa yang didapat di dapil saya,” katanya.
Edi juga menyinggung kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah yang berdasarkan informasi yang diterimanya tergolong lebih parah. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya koordinasi lintas daerah dalam menghadapi persoalan asap.
Menurut dia, asap dari kebakaran di satu wilayah dapat berdampak terhadap daerah lain. Karena itu, diperlukan pemetaan yang jelas untuk mengetahui sumber asap yang dirasakan masyarakat Berau.
“Informasi terakhir yang saya dapat, Kalteng itu lebih parah. Saya baru sebentar di sini, tetapi kena juga di sini. Apakah ini di Berau atau efek dari provinsi tetangga, itu yang perlu kita lihat,” jelasnya.
Selain menyoroti aspek penanganan kebakaran, Edi meminta pemerintah dan pihak terkait memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kondisi tersebut.
Bantuan masker menjadi salah satu kebutuhan yang menurutnya perlu diprioritaskan untuk masyarakat yang berada di wilayah terdampak asap. Perlindungan terhadap masyarakat penting dilakukan sembari upaya penanganan sumber kebakaran terus berjalan.
Di sisi lain, persoalan kekeringan juga menjadi perhatian. Edi mendorong adanya bantuan air bersih bagi masyarakat yang mulai menghadapi kesulitan mendapatkan air.
“Saya juga sudah menyampaikan kepada pihak-pihak tertentu yang menangani agar serius, termasuk memberikan masker dan bantuan air ketika ada wilayah yang airnya kering,” kuncinya.
Perhatian terhadap karhutla Berau menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api. Dampak yang dirasakan masyarakat, mulai dari kualitas udara hingga kebutuhan air bersih, juga membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.
Dengan keterlibatan pemerintah pusat dan pengawasan dari DPR RI, penanganan karhutla diharapkan tidak berhenti pada respons darurat, tetapi juga diperkuat melalui langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
BACA JUGA
