17 Tahun E-Walk, Jadi Penggerak Ekonomi dan Gaya Hidup Balikpapan

Pemkot Balikpapan
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disporapar) Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma saat membacakan sambutan Wali Kota Balikpapan pada perayaan ulang tahun ke-17 E-Walk Balikpapan, (9/9/2026).

Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Keberadaan pusat perbelanjaan dinilai tidak lagi sebatas menjadi tempat transaksi jual beli. Di tengah pertumbuhan Kota Balikpapan sebagai kota jasa, perdagangan, pariwisata, dan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), pusat perbelanjaan turut memiliki peran sebagai penggerak aktivitas ekonomi daerah.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma saat membacakan sambutan Wali Kota Balikpapan pada perayaan ulang tahun ke-17 E-Walk Balikpapan, (9/9/2026).

Dalam sambutan tersebut, Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., menyampaikan apresiasi atas keberadaan E-Walk yang selama 17 tahun telah menjadi bagian dari perkembangan ekonomi dan gaya hidup masyarakat Kota Balikpapan.

“Atas nama Pemerintah Kota Balikpapan, saya menyampaikan selamat ulang tahun ke-17 kepada E-Walk. Semoga semakin sukses, semakin berkembang, semakin dicintai masyarakat, dan terus menjadi bagian dari perjalanan Kota Balikpapan menuju kota yang maju, modern, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Ratih saat membacakan sambutan Wali Kota.

Menurutnya, perjalanan E-Walk selama hampir dua dekade menunjukkan bahwa pusat perbelanjaan dapat memiliki kontribusi lebih luas terhadap perekonomian kota.

Aktivitas yang berlangsung di dalamnya tidak hanya berkaitan dengan perdagangan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, menggerakkan sektor kuliner dan jasa, serta menjadi ruang bagi pelaku usaha dan komunitas untuk berinteraksi dengan masyarakat.

Peran tersebut menjadi semakin strategis seiring dengan perkembangan Balikpapan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur.

Pembangunan IKN juga membawa perubahan terhadap mobilitas penduduk, aktivitas bisnis, investasi, hingga kebutuhan masyarakat.
Kondisi ini mendorong pusat perbelanjaan untuk beradaptasi agar tidak hanya mengandalkan aktivitas belanja.

“Yang tidak kalah penting, kami berharap E-Walk sebagai salah satu mal yang representatif dapat terus memberikan ruang bagi UMKM, ekonomi kreatif, komunitas, dan produk lokal Balikpapan untuk tampil dan berkembang,” kata Ratih.

Menurut dia, keterlibatan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif di dalam ekosistem pusat perbelanjaan dapat memperluas pasar produk lokal sekaligus menciptakan rantai ekonomi yang melibatkan lebih banyak masyarakat.

Konsep mal juga dinilai perlu terus berkembang menjadi ruang yang memadukan perdagangan, kuliner, hiburan, komunitas, dan gaya hidup. Dengan demikian, keberadaan pusat perbelanjaan dapat memberikan nilai tambah terhadap perekonomian sekaligus menjadi ruang interaksi bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Balikpapan juga mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas perdagangan.

Sistem pembayaran nontunai dinilai dapat meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus mendukung optimalisasi penerimaan daerah dari sektor perdagangan dan jasa.

Di sisi lain, dukungan pemerintah terhadap aktivitas ekonomi juga dilakukan melalui pembangunan infrastruktur.

Salah satunya rencana pembukaan jalur alternatif yang menghubungkan kawasan E-Walk dengan Balikpapan Permai.

Jalur tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan akses bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan sekitar pusat perdagangan.

Ratih menambahkan, pertumbuhan ekonomi tetap harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan. Karena itu, perkembangan pusat-pusat aktivitas ekonomi di Balikpapan diharapkan turut mendukung upaya pemerintah menjaga kota tetap nyaman dan berkelanjutan.

“Capaian ini bukan keberhasilan pemerintah kota saja. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh masyarakat dan menjadi penyemangat bagi kita untuk terus melakukan langkah maju dalam pembangunan di berbagai bidang,” tutur Ratih.

Memasuki usia ke-17, E-Walk diharapkan tidak hanya mempertahankan posisinya sebagai pusat perdagangan, tetapi juga semakin memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian Balikpapan.

Di tengah perubahan Balikpapan sebagai kota penyangga IKN, keberadaan pusat perbelanjaan seperti E-Walk menjadi bagian dari ekosistem ekonomi daerah—mempertemukan konsumen, pelaku usaha, pekerja, UMKM, komunitas, hingga berbagai produk lokal dalam satu ruang.

Dengan peran tersebut, perjalanan E-Walk selama 17 tahun tidak sekadar menandai usia sebuah pusat perbelanjaan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan ekonomi dan perubahan gaya hidup masyarakat Balikpapan. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar