Gunung Anak Krakatau Siaga, Polri Siapkan 299 Personel
DEPOK, Gerbangkaltim.com – Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Mengantisipasi kemungkinan dampak aktivitas vulkanik, Korps Samapta Baharkam Polri menyiapkan ratusan personel beserta kendaraan, peralatan SAR, K9 hingga dukungan logistik untuk mempercepat respons apabila kondisi di lapangan berkembang.
Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana yang dipimpin Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol. Nazli di Lapangan Apel Korsabhara Baharkam Polri, Depok, Minggu (6/9/2026).
Sebanyak 299 personel disiapkan dalam operasi kesiapsiagaan tersebut. Mereka didukung 10 ekor K9 serta berbagai perlengkapan operasional, di antaranya kendaraan rescue, kendaraan penanganan karhutla, dapur lapangan dan peralatan SAR.
Langkah tersebut tidak hanya dilakukan di tingkat pusat. Dirsabhara atau Dirsampata Polda Banten, Polda Lampung dan Polda Metro Jaya juga diperintahkan melaksanakan apel kesiapan serta memastikan personel kewilayahan dapat bergerak apabila masyarakat membutuhkan bantuan.
Aktivitas Vulkanik Masih Dipantau
Status Siaga Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian karena aktivitas vulkaniknya masih berlangsung. Dalam perkembangannya, gunung api tersebut sempat mengalami erupsi menerus selama sekitar 25 jam.
Dampak aktivitas vulkanik juga dirasakan di sejumlah wilayah Banten dan Lampung, terutama berkaitan dengan sebaran abu vulkanik. Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap aktivitas penerbangan.
Polri menyiapkan kekuatan Samapta untuk menghadapi berbagai kemungkinan dampak, mulai dari gangguan keamanan dan mobilitas hingga kebutuhan pencarian, pertolongan dan evakuasi.
Patroli akan diperkuat di sejumlah kawasan yang berpotensi terdampak. Area permukiman, jalur lalu lintas, kawasan pesisir serta akses yang banyak digunakan masyarakat menjadi bagian dari perhatian personel.
Patroli tidak hanya ditujukan untuk memantau situasi. Personel juga disiapkan memberikan bantuan apabila menemukan warga yang membutuhkan pertolongan.
SAR hingga K9 Disiagakan
Selain kekuatan patroli, unsur SAR, Perintis, Satwa dan K9 juga dipersiapkan untuk mendukung operasi apabila terjadi keadaan darurat.
Peralatan seperti kendaraan rescue, perlengkapan SAR, masker, dapur lapangan dan perlengkapan pendukung lainnya disiapkan agar pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara cepat.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, kesiapsiagaan tersebut merupakan bentuk upaya Polri memastikan masyarakat tetap memperoleh bantuan ketika menghadapi kondisi darurat.
Menurut dia, keberadaan personel dan peralatan yang disiapkan bukan dimaksudkan untuk menimbulkan kepanikan. Sebaliknya, langkah tersebut merupakan bagian dari memastikan kemampuan respons tersedia jika situasi mengalami perkembangan.
“Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa ketika terjadi sesuatu, ada personel yang siap membantu,” ujar Trunoyudo.
Ia menambahkan, kehadiran Polri dalam kondisi bencana tidak sebatas menjaga keamanan. Personel juga dapat membantu membuka akses, menjaga kelancaran aktivitas, melakukan patroli, mendukung evakuasi serta menjalankan pencarian dan pertolongan sesuai kebutuhan.
Warga Diminta Ikuti Informasi Resmi
Polri mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Warga diminta mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau hanya melalui informasi resmi dari PVMBG/Badan Geologi, BMKG, BNPB, BPBD dan pemerintah daerah.
Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta mematuhi zona atau batas bahaya yang telah ditetapkan otoritas terkait.
Bagi warga yang terdampak abu vulkanik, penggunaan masker dan perlindungan mata dapat dilakukan sesuai anjuran instansi kesehatan. Masyarakat maupun wisatawan juga diminta tidak mendekati kawasan kawah aktif dan tetap berada di luar radius bahaya yang ditetapkan.
Untuk kebutuhan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan Polisi 110. Layanan tersebut dapat digunakan untuk menyampaikan laporan maupun meminta bantuan ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan kehadiran personel kepolisian.
Masyarakat diharapkan menyampaikan informasi secara jelas, terutama mengenai lokasi kejadian, kondisi yang dihadapi, kebutuhan bantuan dan nomor yang dapat dihubungi.
“Tidak perlu panik, tetapi jangan lengah. Ikuti informasi resmi. Jika membutuhkan bantuan kepolisian, hubungi layanan 110. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, Polri siap hadir,” pungkas Trunoyudo.
Sumber: Divisi Humas Polri
BACA JUGA
