Kekeringan Semarang, Brimob Jateng Salurkan 50 Ribu Liter Air
SEMARANG, Gerbangkaltim.com – Kekeringan Semarang membuat sebagian warga masih menghadapi keterbatasan pasokan air bersih. Kondisi tersebut mendorong Satuan Brimob Polda Jawa Tengah kembali turun langsung menyalurkan bantuan air kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kota Semarang, Jumat (4/9/2026).
Sebanyak 50 ribu liter air bersih disiapkan untuk warga di empat lokasi, yakni kawasan Bukit Cemara Permai I RW 10 Meteseh, Gang Gading III RW 05 Meteseh, Rowosari Kecamatan Meteseh, dan Kelurahan Jabungan.
Bantuan tersebut diangkut menggunakan 10 armada dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Pelepasan armada dilakukan langsung oleh Dansat Brimob Polda Jateng Kombes Pol Noor Hudaya dari Mako Brimob Srondol.
Distribusi air dilakukan sebagai bagian dari respons terhadap kondisi kekeringan yang masih berdampak pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Air bersih menjadi kebutuhan mendasar yang semakin penting ketika sumber air warga mengalami keterbatasan akibat musim kemarau.
Kombes Pol Noor Hudaya mengatakan, jajaran Brimob akan terus berupaya membantu masyarakat selama kebutuhan air bersih masih ditemukan di lapangan.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian Polri dalam membantu warga menghadapi dampak kekeringan. Sebelumnya, personel Brimob Polda Jateng juga telah dikerahkan ke sejumlah daerah di Jawa Tengah untuk menjalankan misi serupa.
“Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan air bersih, kami akan terus berupaya membantu sesuai dengan kemampuan dan kondisi di lapangan. Personel kami dikerahkan untuk memastikan bantuan dapat sampai dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat,” ujar Noor Hudaya.
Upaya membantu warga tidak hanya dilakukan melalui pengiriman air menggunakan armada tangki. Sat Brimob Polda Jateng juga mengerahkan dua unit kendaraan khusus atau ransus water treatment ke lokasi kegiatan.
Kendaraan tersebut dilengkapi sistem pengolahan air dengan teknologi filtrasi melalui beberapa tahapan penyaringan. Teknologi ini memungkinkan air yang tersedia diolah hingga menjadi air yang dapat digunakan dan dikonsumsi masyarakat sesuai hasil proses pengolahan.
Kehadiran unit water treatment menjadi salah satu alternatif dukungan ketika persoalan air bersih terjadi di wilayah yang membutuhkan penanganan. Sementara armada pengangkut air difokuskan untuk mendistribusikan pasokan secara langsung kepada warga.
Bagi masyarakat yang menerima bantuan, distribusi air tersebut menjadi penopang penting di tengah terbatasnya akses terhadap sumber air bersih. Bantuan diberikan dengan mempertimbangkan wilayah yang membutuhkan sehingga masyarakat dapat memperoleh pasokan secara langsung.
Brimob Polda Jateng juga terus berkoordinasi dengan jajaran Kepolisian di wilayah untuk memantau kondisi masyarakat. Pemantauan dilakukan agar distribusi bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang berkembang di lapangan.
“Kami akan terus berkoordinasi dan melihat kebutuhan di lapangan. Harapannya, bantuan air ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kondisi kekeringan masih berlangsung,” kata Noor Hudaya.
Bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Ketua RW 4 Kelurahan Jabungan, Solikin, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan jajaran Brimob Polda Jateng kepada masyarakat.
Menurut Solikin, pasokan air bersih yang diberikan sangat membantu warga yang mengalami kesulitan memperoleh air selama musim kemarau.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Brimob Polda Jateng yang telah memberikan bantuan air bersih bagi warga kami. Kegiatan ini sangat membantu warga kami yang kesulitan mendapat air bersih selama musim kemarau,” ungkapnya.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, distribusi air bersih tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan Kepolisian yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Menurut Yuliyanto, kehadiran Polri dalam situasi seperti kekeringan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Bantuan diarahkan untuk menjawab kebutuhan warga yang terdampak langsung oleh kondisi tersebut.
“Ketika masyarakat menghadapi kesulitan akibat kekeringan, Polri berupaya hadir memberikan bantuan sesuai kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki. Ini bukan hanya tentang mendistribusikan air, tetapi bagaimana kehadiran Polri dapat terus dirasakan masyarakat selama persoalan tersebut masih mereka hadapi,” ujar Yuliyanto.
Distribusi 50 ribu liter air di sejumlah wilayah Semarang menjadi bentuk respons terhadap kebutuhan dasar masyarakat di tengah musim kemarau. Kolaborasi antara petugas dan warga diharapkan dapat membantu menjaga pemenuhan kebutuhan air selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Bagi warga yang menunggu pasokan air, bantuan tersebut bukan sekadar angka dalam hitungan liter. Air yang tiba di tengah keterbatasan menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga menjaga keberlangsungan kehidupan keluarga.
Sumber: Humas Polda Jawa Tengah.
BACA JUGA
