IKN Siapkan Identitas Lewat Batik, Pengrajin Lokal Dilatih
Gerbangkaltim.com, Nusantara – Motif Batik IKN mulai dipersiapkan sebagai bagian dari upaya membangun identitas budaya Ibu Kota Nusantara yang tidak hanya dikenal melalui pembangunan fisik dan teknologi modern, tetapi juga melalui karya kreatif masyarakat lokal. Untuk mewujudkan hal tersebut, Otorita IKN bersama Bank Indonesia menggelar Workshop Pengembangan Motif Batik bagi Pengrajin Wastra di kawasan Nusantara pada 17 hingga 19 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kemenko 1 IKN tersebut menjadi wadah bagi para pengrajin untuk mengeksplorasi gagasan, nilai budaya, serta karakter Nusantara yang kemudian diterjemahkan ke dalam desain motif batik yang khas dan memiliki daya saing.
Sebanyak sembilan kelompok batik dan wastra dengan total 50 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Dari jumlah tersebut, 30 pengrajin batik mendapatkan pendampingan khusus dalam mengembangkan desain yang mencerminkan identitas IKN sebagai kota masa depan Indonesia.
Selama tiga hari, peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari pencarian ide kreatif, penyusunan konsep visual, pembuatan moodboard, hingga proses penyusunan komposisi motif yang memiliki makna dan cerita. Pendampingan diberikan oleh Tepa Selira, pelaku usaha sekaligus pengembang batik yang dikenal aktif mendorong inovasi dalam industri wastra nasional.
Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Palinrungi, menilai sektor wastra memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu identitas unggulan Nusantara. Menurutnya, produk batik dan wastra yang tumbuh di sekitar kawasan IKN perlu terus diperkuat agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Ia menegaskan bahwa pengembangan motif batik bukan sekadar menghasilkan karya yang indah secara visual, tetapi juga menghadirkan cerita, filosofi, dan karakter yang merepresentasikan wilayah tempat karya tersebut lahir. Dengan demikian, setiap motif dapat menjadi media untuk memperkenalkan identitas Nusantara kepada masyarakat luas.
Pandangan serupa disampaikan Kepala SKB Bank Indonesia IKN, Aura Pandu Wirawan. Ia menilai identitas IKN perlu dibangun melalui berbagai produk kreatif yang lahir dari masyarakat. Menurutnya, desain motif yang dikembangkan harus mampu memadukan unsur budaya lokal dengan semangat modernitas yang menjadi ciri pembangunan IKN.
Aura berharap motif yang lahir dari pelatihan ini mampu menampilkan kesan modern, elegan, dan sederhana tanpa kehilangan karakter khas Nusantara. Konsep tersebut dinilai sejalan dengan visi IKN sebagai kota yang mengedepankan transformasi, inovasi, dan digitalisasi.
Bagi para peserta, workshop ini memberikan perspektif baru dalam proses berkarya. Salah satu peserta dari Samboja, Rusmayawati, mengaku mendapatkan banyak inspirasi untuk mengembangkan desain yang lebih kreatif dan tidak monoton. Ia menilai pelatihan tersebut membuka peluang bagi pengrajin untuk mengubah berbagai ide tentang IKN menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan budaya.
Ke depan, hasil karya para pengrajin diharapkan dapat menjadi bagian dari identitas visual Ibu Kota Nusantara. Kehadiran motif batik khas IKN bukan hanya memperkuat sektor ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi simbol bahwa pembangunan Nusantara berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN)
BACA JUGA
