Otorita IKN Tanam 350 Mangrove, 202 Kg Sampah Diangkat
Gerbangkaltim.com, Nusantara – Komitmen menjaga lingkungan pesisir di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Otorita IKN bersama berbagai pemangku kepentingan menggelar kegiatan bersih pantai dan penanaman ratusan bibit mangrove di Pantai Tanah Merah, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (13/6/2026) tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 yang mengusung tema “Saatnya Beraksi untuk Iklim”. Tidak hanya menanam mangrove, peserta juga melakukan aksi bersih pantai, edukasi pengelolaan sampah, pemilahan sampah, hingga edukasi pentingnya ekosistem mangrove bagi perlindungan wilayah pesisir.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, mengatakan Pantai Tanah Merah merupakan kawasan strategis yang berada dalam delineasi Ibu Kota Nusantara dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Menurutnya, perlindungan lingkungan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan berbagai mitra pembangunan.
“Penanaman mangrove dan aksi bersih pantai ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah bentuk aksi nyata untuk menjaga lingkungan sekaligus mendukung upaya pengendalian perubahan iklim di kawasan IKN,” ujar Myrna.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 350 bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir Pantai Tanah Merah. Selain itu, peserta berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 202,7 kilogram yang kemudian dipilah berdasarkan jenisnya untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Dukungan juga datang dari PT Pertamina Hulu Mahakam yang menyediakan 500 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata atau bakau hitam. Perusahaan energi tersebut menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan di kawasan IKN.
Kepala Lapangan Senipah, Peciko, dan South Mahakam PT Pertamina Hulu Mahakam, Billy Sunyoto, menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.
Sementara itu, Camat Samboja, Damsik, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai aksi bersih pantai dan penanaman mangrove menjadi bukti nyata kepedulian bersama terhadap lingkungan hidup yang harus terus dijaga secara berkelanjutan.
Otorita IKN menegaskan bahwa upaya penyelamatan kawasan pesisir tidak berhenti pada penanaman mangrove semata. Perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta membiasakan pemilahan sampah menjadi langkah penting dalam menciptakan kawasan pesisir yang sehat dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Otorita IKN berharap gerakan menjaga lingkungan dapat menjadi budaya baru masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen menuju pembangunan Ibu Kota Nusantara yang hijau, tangguh terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan.
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN)
BACA JUGA
