IKN Ubah Menanam Pohon Jadi Gaya Hidup, 1.153 Pohon Ditanam
Gerbangkaltim.com, Nusantara – Di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terus berjalan, sebuah budaya baru mulai tumbuh dan mengakar. Menanam pohon yang sebelumnya identik dengan kegiatan seremonial kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, aparatur sipil negara (ASN), pekerja, hingga para mitra pembangunan yang terlibat dalam pembangunan ibu kota baru Indonesia.
Semangat tersebut kembali terlihat dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang digelar di Ruang Terbuka Hijau Embung H, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Jumat (5/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, Otorita IKN bersama sejumlah mitra strategis menanam sebanyak 1.153 pohon sebagai bagian dari komitmen memperkuat ekosistem dan memperluas ruang hijau kota.
Kegiatan penghijauan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Artha Graha, Bank Indonesia, Electronic City, Nusantara Park, hingga insan Otorita IKN. Kolaborasi tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan kota masa depan tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Beragam jenis pohon ditanam dalam kegiatan tersebut. Mulai dari tanaman kayu-kayuan seperti balangeran, meranti, kapur, kapuk, ketapang laut, dan trembesi, hingga tanaman produktif seperti kemiri dan berbagai pohon buah. Kehadiran vegetasi baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem di kawasan Nusantara.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung tema “Aksi Iklim”, yang menjadi pengingat akan pentingnya langkah nyata dalam menghadapi dampak perubahan iklim global. Berbagai fenomena seperti cuaca ekstrem, kebakaran hutan, kekeringan, hingga terganggunya keseimbangan alam mendorong perlunya partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Di IKN, respons terhadap tantangan tersebut diwujudkan melalui kebiasaan menanam pohon secara rutin dan berkelanjutan. Aktivitas ini tidak hanya dilakukan oleh pegawai Otorita IKN, tetapi juga melibatkan komunitas, perusahaan, dan masyarakat yang datang berkunjung ke Nusantara.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa budaya menanam telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di kawasan ibu kota baru.
“Ini lifestyle kami. Setiap dua minggu sekali kami menanam. Saat ini sudah lebih dari 16 hektare area yang kami tanami sejak tahun 2024. Budaya menanam ini akan terus kami lanjutkan,” ujar Basuki.
Menurutnya, pembangunan IKN tidak hanya diukur dari berdirinya gedung-gedung dan infrastruktur modern, tetapi juga dari keberhasilan menciptakan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan. Karena itu, penghijauan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan konsep smart forest city yang diusung Nusantara.
Budaya menanam yang terus berkembang menunjukkan bahwa aksi menjaga lingkungan dapat menjadi kebiasaan kolektif yang dilakukan secara konsisten. Melalui keterlibatan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, IKN berupaya menghadirkan model pembangunan yang menempatkan alam sebagai bagian penting dari kehidupan kota.
Dengan semakin luasnya area penghijauan dan tingginya partisipasi berbagai pihak, IKN ingin membuktikan bahwa pembangunan modern dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
BACA JUGA
