Jemaah Asal Balikpapan di Tanah Suci Pastikan Kondisi Aman di Tengah Isu Konflik Timur Tengah

Jamaah umroh
Adib Satria Negara bersama temanya jemaah asal Kota Balikpapan saat berada di Kota Madina menunggu jadwal buka puasa, Senin (2/3/2026) /HO Instagram Adib

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah pascaserangan militer Amerika Serikat ke Iran sempat memunculkan kekhawatiran di kalangan warga Indonesia yang tengah berada di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah asal Balikpapan, Kalimantan Timur.

Salah satu jemaah, Adib Satria Negara, mengaku sempat merasakan kekhawatiran ketika kabar ketegangan tersebut ramai diberitakan di media internasional dan media sosial. Meski demikian, ia memastikan situasi di Tanah Suci tetap kondusif.

“Kalau ditanya ada rasa takut atau tidak, sebagai manusia tentu ada rasa waspada. Apalagi keluarga di rumah juga ikut cemas dan terus bertanya kondisi di sini,” ujar Adib saat dihubungi, Senin (2/3/2026).

Adib yang telah beberapa hari berada di Mekkah dan Madinah mengatakan aktivitas ibadah berjalan normal. Jemaah tetap memadati Masjidil Haram dan melaksanakan rangkaian ibadah tanpa gangguan berarti.

“Alhamdulillah, sejauh ini kondisi tetap tertib. Aktivitas ibadah berjalan seperti biasa, jamaah juga tetap khusyuk menjalankan ibadahnya,” katanya.

Menurut dia, suasana di Tanah Suci justru terasa lebih tenang meski di tengah isu global yang berkembang. Ia dan rombongan tetap mengikuti arahan petugas setempat serta menjaga komunikasi dengan keluarga di Indonesia.

“Rasa waspada itu ada, tapi tidak sampai mengalahkan keyakinan. Justru ketika berada di Tanah Suci, hati terasa lebih tenang. Kami tetap mengikuti arahan petugas dan menjaga diri dengan baik,” ungkapnya.

Adib menegaskan fokus utama dirinya dan jemaah lainnya adalah beribadah serta memperbanyak doa agar situasi global segera membaik.

“InsyaAllah selama kita ikhtiar dan tawakal, Allah jaga. Fokus kami di sini tetap ibadah, memperbanyak doa, dan menjaga ketenangan,” ujarnya.

Sebelumnya, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah sempat berdampak pada operasional sejumlah bandara di kawasan tersebut. Beberapa penerbangan dilaporkan mengalami penundaan bahkan penghentian sementara, termasuk di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

Kondisi itu menyebabkan sejumlah jemaah asal Indonesia sempat tertahan di bandara. Meski demikian, hingga saat ini situasi di Mekkah dan Madinah dilaporkan tetap aman dan aktivitas peribadatan berjalan normal.

Tinggalkan Komentar