Kader Kesehatan Jadi Ujung Tombak, Otorita IKN Perkuat Strategi Pengendalian Malaria dan DBD

kader kesehatan IKN
Pelatihan kader kesehatan di KIPP IKN memperkuat peran masyarakat dalam pengendalian malaria dan DBD di tengah pembangunan ibu kota baru.

Gerbangkaltim.com, Nusantara Otorita Ibu Kota Nusantara semakin menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam pengendalian penyakit menular, khususnya malaria dan demam berdarah dengue (DBD). Melalui pelatihan kader kesehatan yang digelar di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP), langkah ini menjadi bagian dari strategi preventif untuk menciptakan lingkungan sehat di wilayah IKN.

Kegiatan yang berlangsung di Multifunction Hall Kantor Bersama 4 ini diikuti oleh pengelola hunian serta tim Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dari berbagai proyek pembangunan. Para peserta dipersiapkan menjadi kader kesehatan yang berperan aktif dalam edukasi, pengawasan lingkungan, hingga pencegahan penyebaran penyakit di area kerja masing-masing.

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian malaria dan DBD sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa malaria ditularkan melalui nyamuk Anopheles, sementara DBD disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Oleh karena itu, pengendalian vektor menjadi langkah kunci dalam memutus rantai penularan.

Menurutnya, wilayah KIPP IKN saat ini telah terbebas dari penularan lokal malaria. Namun demikian, kasus DBD masih menjadi perhatian serius. Pemerintah menargetkan penurunan kasus hingga 50 persen melalui penguatan sistem kewaspadaan dini serta optimalisasi peran masyarakat, terutama di kawasan hunian dan proyek konstruksi yang rentan terhadap genangan air.

Perwakilan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Bambang Siswanto, menambahkan bahwa pendekatan berbasis komunitas menjadi fokus utama pemerintah. Salah satu program unggulan yang tengah digencarkan adalah “Kampung Bebas Jentik”, yang bertujuan menekan populasi nyamuk penyebab penyakit.

Program tersebut telah diuji coba di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Penajam Paser Utara. Dalam implementasinya, peran pemerintah daerah seperti camat dan kepala desa menjadi sangat vital, sementara tenaga kesehatan berfungsi sebagai pendamping teknis di lapangan.

Di sisi lain, aktivitas pembangunan di IKN juga menghadirkan tantangan tersendiri. Area konstruksi kerap menjadi titik rawan berkembangnya nyamuk akibat genangan air. Oleh karena itu, penerapan prosedur kesehatan menjadi prioritas di setiap proyek.

Salah satu peserta, Reza dari tim HSE proyek yudikatif, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerapkan sistem pemeriksaan kesehatan awal bagi pekerja baru, termasuk riwayat penyakit dan asal daerah, sebagai bagian dari mitigasi risiko penyebaran penyakit.

Pelatihan ini turut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai institusi, seperti Balai Karantina Kesehatan I Balikpapan, Dinas Kesehatan setempat, serta tenaga medis dari RSUD Sepaku yang memberikan materi terkait surveilans, identifikasi vektor, hingga penanganan kasus darurat malaria dan DBD.

Sebagai tindak lanjut, Otorita IKN akan menetapkan peserta pelatihan sebagai kader kesehatan melalui surat keputusan resmi. Mereka diharapkan mampu menjalankan fungsi edukasi, pengendalian lingkungan, dan pencegahan penyakit secara berkelanjutan.

Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah dalam membangun sistem kesehatan berbasis masyarakat di IKN, dengan menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif guna mewujudkan kawasan yang bebas dari malaria dan DBD.

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara

Tinggalkan Komentar