Karhutla 5 Hektare di Samboja Barat Berhasil Dipadamkan
KUKAR, Gerbangkaltim.com – Kebakaran hutan dan lahan melalap kawasan vegetasi seluas 5 hektare di KM 54 RT 16, Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kobaran api yang membakar pepohonan serta semak belukar di tengah kegelapan malam akhirnya berhasil dipadamkan setelah tim gabungan lintas sektor berjibaku melakukan penanganan marathon hingga Senin (21/9/2026) dini hari.
Proses penanggulangan darurat tersebut mulai diintensifkan pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 22.30 WITA. Akses menuju lokasi kejadian menyajikan tantangan tersendiri bagi para petugas di lapangan. Selain jaraknya yang membentang sekitar 32 kilometer dari Mako Polsek Samboja, medan vegetasi yang rapat dan kondisi malam hari menuntut kesiapsiagaan ekstra. Kendati demikian, personel kepolisian bersama jajaran instansi terkait bergerak cepat menerobos rintangan demi mengisolasi pergerakan api agar tidak makin meluas ke area sekitarnya.
Keberhasilan penanganan bencana ini tidak terlepas dari solidnya sinergi 45 personel gabungan yang diterjunkan langsung ke titik kobar. Kekuatan ini mencakup jajaran Polsek Samboja, PMI, Damkar Samboja, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, Yayasan Jejak Pulang, PT Lembuswana Perkasa, Otorita IKN, Masyarakat Peduli Api (MPA) Tanjung Harapan, serta belasan warga lokal yang bahu-membahu menyisir areal terbakar.
Kolaborasi antarlembaga dan partisipasi aktif warga lokal terbukti ampuh melokalisasi titik api sekaligus meredam risiko dampak asap yang membahayakan kesehatan. Setelah berjuang keras melawan kepulan asap dan kobaran si jago merah selama lebih dari lima jam, tim akhirnya resmi menyatakan area tersebut aman dan terkendali pada Senin pukul 03.55 WITA. Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden karhutla ini.
Kapolsek Samboja, AKP Mohamad Yazid, menggarisbawahi pentingnya kecepatan respons serta koordinasi taktis ketika menangani karhutla, khususnya di area terisolasi pada malam hari. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi penyebab pasti serta pemicu utama munculnya titik api di kawasan tersebut, sembari terus mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas berpotensi memicu kebakaran.
BACA JUGA
