Karhutla Balikpapan Mulai Mereda, 98,2 Hektar Lahan Telah Terbakar
Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Frekuensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Balikpapan mulai menurun seiring perubahan kondisi cuaca. Namun, ancaman kebakaran belum sepenuhnya berakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan mencatat total 138 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 98,2 hektar.
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan intensitas kebakaran saat ini jauh berkurang dibandingkan periode puncak musim kemarau. Jika sebelumnya petugas bisa menangani tiga hingga empat kejadian kebakaran lahan dalam sehari, kini jumlahnya rata-rata tinggal satu hingga dua kejadian.
“Saat ini untuk karhutla bisa dikatakan mulai menurun. Biasanya satu hari bisa terjadi tiga sampai empat kali kebakaran lahan, sekarang berkurang menjadi satu sampai dua kali,” ujar Usman saat ditemui di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Senin (2/11/2026).
Meski frekuensi kejadian mulai berkurang, luas lahan yang terdampak menunjukkan besarnya ancaman karhutla selama musim kemarau tahun ini.
Berdasarkan catatan BPBD, kebakaran tersebar di enam kecamatan. Balikpapan Timur menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 55 kasus. Berikutnya Balikpapan Selatan sebanyak 33 kejadian dan Balikpapan Utara 29 kejadian.
Sementara itu, Balikpapan Tengah mencatat 11 kejadian, Balikpapan Barat sembilan kejadian, dan Balikpapan Kota satu kejadian.
Usman juga menyoroti dugaan pembakaran lahan secara sengaja di kawasan Kariangau, Balikpapan Utara. Peristiwa yang terjadi pada malam hari tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena diduga bukan semata-mata dipicu faktor cuaca.
“Di daerah utara itu ada indikasi pembakaran secara sengaja. Kejadiannya di kawasan Kariangau dan berlangsung malam hari. Untuk hal ini, kami sudah berkoordinasi langsung dengan pihak Polsek Balikpapan Utara untuk penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.
BPBD telah berkoordinasi dengan kepolisian agar dugaan tersebut dapat ditindaklanjuti. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan penanganan dan pendalaman lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Di tengah penurunan kasus karhutla, BPBD justru mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah menghadapi perubahan cuaca. Berdasarkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat potensi hujan dengan intensitas tinggi yang perlu diantisipasi.
Kondisi ini membuat Balikpapan menghadapi dua persoalan sekaligus. Di satu sisi, hujan lebat berpotensi memicu banjir dan genangan. Di sisi lain, persoalan kekurangan pasokan air bersih akibat kemarau panjang belum sepenuhnya teratasi.
“BMKG sudah berkoordinasi dengan kita untuk mengantisipasi potensi hujan intensitas tinggi. Walaupun saat ini kita masih mengalami krisis air, kami meminta masyarakat tetap siap dan antisipasi, baik terhadap dampak hujan lebat maupun potensi krisis air bersih yang belum sepenuhnya pulih,” pungkas Usman.
BPBD mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, baik terhadap potensi kebakaran lahan maupun ancaman bencana hidrometeorologi. Penurunan jumlah kejadian karhutla diharapkan tidak membuat masyarakat mengabaikan upaya pencegahan. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
