Buku Tak Terpakai Bisa Jadi Sumber Pengetahuan, Dispustakar Balikpapan Ajak Warga Berdonasi
Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Buku yang sudah tidak terpakai di rumah tidak harus berakhir tersimpan di lemari atau menjadi barang yang tidak digunakan. Di Kota Balikpapan, buku-buku tersebut masih dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses bacaan masyarakat melalui program Donasi Buku Masyarakat (SiKuMas).
Program yang dijalankan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustakar) Kota Balikpapan itu mengajak masyarakat menyumbangkan buku yang masih layak baca untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Dispustakar Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu mengatakan, SiKuMas mengusung konsep dari masyarakat untuk masyarakat.
Menurut dia, buku yang disumbangkan tidak langsung disalurkan, tetapi terlebih dahulu didata dan diseleksi untuk menentukan pemanfaatannya.
“Setiap hari ada saja warga yang melakukan donasi buku. Jadi, konsepnya dari masyarakat untuk masyarakat,” kata Neny, Sabtu (31/10/2026).
Dispustakar, lanjut Neny, telah menyediakan fasilitas khusus berupa bank buku untuk menampung berbagai koleksi yang disumbangkan masyarakat.
Buku yang sesuai dengan kebutuhan koleksi perpustakaan dapat dimanfaatkan untuk menambah bahan bacaan.
Sementara buku yang tidak masuk dalam koleksi perpustakaan tetap dapat disalurkan ke berbagai tempat lain yang membutuhkan.
“Buku yang belum dimiliki perpustakaan dan sesuai dengan kebutuhan koleksi akan kami manfaatkan. Kalau tidak masuk koleksi, masih bisa disalurkan ke tempat lain, seperti RT maupun sekolah,” ujarnya.
Jenis buku yang dapat disumbangkan cukup beragam. Masyarakat dapat menyerahkan buku fiksi, seperti novel, cerita pendek, cerita anak, dan komik. Selain itu, buku nonfiksi seperti pengetahuan umum, ensiklopedia, kamus, hingga buku mengenai hobi juga dapat didonasikan.
Namun, Dispustakar tetap menerapkan ketentuan terhadap buku yang diterima. Buku hasil fotokopi tidak diperkenankan untuk disumbangkan. Begitu pula buku atau bacaan yang mengandung pornografi, ujaran kebencian, maupun konten bermuatan Suku, Agama, Ras, dan Antar g
Golongan (SARA).
Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, buku dapat diserahkan langsung ke Kantor Dispustakar Kota Balikpapan.
Pendonor cukup mengisi data di bagian resepsionis dengan mencantumkan nama, alamat, dan jumlah buku yang disumbangkan. Setelah itu, buku dapat ditempatkan di bank buku untuk menjalani proses pendataan dan pemilahan.
Neny berharap program SiKuMas dapat membuat buku-buku yang sebelumnya hanya tersimpan di rumah kembali memiliki manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, gerakan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Keterlibatan masyarakat juga diperlukan agar akses terhadap bahan bacaan semakin luas.
“Buku yang sudah tidak digunakan di rumah bisa kembali memberikan manfaat bagi orang lain. Dengan donasi ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang bisa mendapatkan bahan bacaan,” kata Neny. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
