Produktivitas Bongkar Muat KKT Capai 36,60 Boks per Jam hingga Oktober 2026
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) terus menjaga produktivitas pelayanan kapal dan penanganan peti kemas untuk mendukung kelancaran arus logistik di Kalimantan Timur. Hingga 22 Oktober 2026, produktivitas pelayanan kapal berdasarkan waktu efektif atau Effective Time (ET) tercatat mencapai 36,60 boks per jam.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator kinerja operasional KKT dalam menjaga efektivitas pelayanan bongkar muat di tengah dinamika aktivitas kepelabuhanan.
Berdasarkan data realisasi kumulatif perusahaan, produktivitas peralatan container crane berdasarkan Effective Time tercatat sebesar 29,45 boks per jam. Sementara berdasarkan Berthing Time (BT), produktivitasnya mencapai 20,05 boks per jam.
Adapun produktivitas pelayanan kapal berdasarkan Berthing Time tercatat sebesar 27,12 boks per jam.
Direktur Utama PT Kaltim Kariangau Terminal, Kalbar Yanto mengatakan, pemantauan terhadap indikator operasional menjadi bagian penting untuk menjaga konsistensi pelayanan perusahaan.
Menurut dia, produktivitas bongkar muat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan peralatan, tetapi juga kesiapan fasilitas, efektivitas waktu kerja, dan koordinasi seluruh personel di lapangan.
“Kami terus melakukan evaluasi terhadap setiap indikator operasional untuk memastikan pelayanan kapal dan kegiatan bongkar muat berjalan secara optimal. Produktivitas yang terjaga membutuhkan dukungan peralatan yang siap beroperasi serta koordinasi yang baik dari seluruh tim di lapangan,” ujar Kalbar Yanto, Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan, pengukuran produktivitas berdasarkan Effective Time dan Berthing Time memberikan gambaran mengenai efektivitas penggunaan waktu selama proses pelayanan kapal.
Melalui pemantauan kedua indikator tersebut, perusahaan dapat mengidentifikasi aspek operasional yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan.
Karena itu, KKT terus memperhatikan kesiapan peralatan bongkar muat, pengaturan aktivitas di area terminal, serta koordinasi antara unit operasional dan teknik.
“Fokus kami adalah menjaga keandalan pelayanan melalui optimalisasi peralatan, peningkatan koordinasi, dan evaluasi secara berkelanjutan. Kami berharap seluruh proses operasional dapat berjalan semakin efektif sehingga mampu memberikan pelayanan yang konsisten kepada pengguna jasa,” katanya.
Kalbar menambahkan, evaluasi kinerja tidak hanya dilakukan untuk melihat pencapaian perusahaan, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan strategi peningkatan produktivitas pada periode berikutnya.
KKT juga terus mendorong pemeliharaan peralatan, optimalisasi fasilitas terminal, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan pelayanan kapal dan penanganan peti kemas berjalan sesuai perencanaan dan standar operasional.
Melalui upaya tersebut, KKT berkomitmen menjaga keandalan layanan kepelabuhanan sekaligus mendukung kelancaran distribusi barang dan arus logistik di Kalimantan Timur serta kawasan sekitarnya.
BACA JUGA
