Khawatir Bebani APBD, Komisi IV DPRD Balikpapan Minta Dinsos Evaluasi BPJS Kesehatan Kelas 3 Gratis

Balikpapan,Gerbangkaltim.com – Komisi IV DPRD Kota Balikpapan meminta Pemkot melalui Dinas Sosial Kota Balikpapan untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan BPJS Kesehatan kelas 3 gratis. Pasalnya, dikhawatirkan akan membebani APBD Kota Balikpapan.

Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Parlindungan Sihotang mengatakan, anggaran pembiayaan program BPJS Kesehatan kelas 3 gratis diibaratkan fenomena “Gunung Es” yang siap mencair. Pasalnya, banyak masyarakat yang memanfaatkan program BPJS Kesehatan Kelas 3 gratis ini.

“Dipastikan anggaran akan terus membengkak, karena banyak warga yang ingin memanfaatkan fasilitas kesehatan gratis. Kita tidak mungkin membatasi masyarakat yang mampu untuk beralih ke Kelas 3,” ujarnya, Kamis (12/5/2022).

Kondisi ini, katanya, akan membahayakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Balikpapan. Untuk itu, Pemkot harus memperhatikan kondisi ini dan bisa lebih meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena jika PAD Balikpapan tidak mampu, maka bisa menyebabkan defisit anggaran.

“Mudah-mudahan kedepan PAD bisa meningkat sehingga tidak terlalu khawatir tapi kalau PAD masih seperti ini akan menjadi buah Simalakama. Kita lanjutkan BPJS Kesehatan gratis dengan asumsi kita mengorbankan yang lain atau kita stop BPJS Kesehatan gratis demi untuk kesejahteraan yang lebih baik lagi,”ungkapnya.

Apalagi ada wacana bahwa BPJS Kesehatan ada dua kelas yakni konvensional dan non konvensional, artinya jika iuran bulannya dijadikan satu kelas 3 dan kelas 2 maka iuran akan naik.

“Ini juga menjadi perhatian kita kedepannya,” tegasnya.

Harus ada evaluasi kembali mengenai program ini oleh Wali Kota Balikpapan. Tidak usah merasa malu kepada masyarakat kalau melakukan revisi terhadap sesuatu yang telah disampaikan sebelumnya.

“Kita berbuat ini untuk kepentingan yang lebih banyak lagi, saya rasa Walikota perlu ada terobosan sampaikan situasi sebenarnya tidak usah ditutupi, seolah-olah kita mampu,” paparnya.
Apalagi banyaknya pendatang yang masuk ke Balikpapan Dengan adanya Ibu Kota Negara (IKN).

“Nah. Ini luar biasa membebani anggaran kita,” ucapnya.

Selain itu juga, masih banyak masyarakat kelas bawah yang belum memahami atau mengerti cara untuk bisa mendapatkan BPJS Kesehatan kelas 3 gratis ini. Masyarakat lebih percaya diri ketika menyampaikan kepada dewan sebagai wakil rakyat daripada kepada dinas terkait.

“Informasi ini tidak sampai dengan jelas kepada masyarakat kelas bawah,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: