PASER, Gerbangkaltim.com – Di tengah terik matahari yang menyengat kulit di area sawah Desa Padang Jaya Kecamatan Kuaro, Kapolsek Kuaro IPTU Andi Ferial Junaidy tampak sibuk menancapkan kayu melubangi tanah untuk menanam benih jagung.

Ia tak sendiri, selain anggotanya tentu saja, dia juga ditemani Kades Desa Padang Jaya M, Zikri dan Sunarti, petani milenial dan juga Young ambassador agriculture kalimantan Timur 2024. Tak lupa ia mengajak koleganya dari TNI untuk ikut dalam kegiatan ini.

Selasa pekan lalu (11 / 6) Polsek Kuaro Polres Paser punya gawe, yakni kegiatan Budi Daya Ikan Air Tawar sekaligus tanam benih jagung dan benih padi di area yang sama. Ikan yang dibudidayakan adalah ikan gurame.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) antara Kapolri dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia untuk mendukung pembangunan pertanian, ” kata Andi yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/6).

Menurut perwira pertama Polri ini, MoU dukungan terhadap pembangunan pertanian ini sudah dikuatkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara Polda Kaltim dengan Dinas Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur.

“Melalui kerjasama ini Polri ingin berperan dalam mewujudkan ketahanan pangan dengan peningkatan produksi pangan lokal, ” Jelas Andi.

cerita Andi, sebelum memilih lokasi kegiatan, ia berkomunikasi terlebih dahulu dengan kelompok tani dan petugas penyuluh lapangan (PPL) pertanian, untuk menentukan lokasi yang cocok untuk pengembangan budidaya ikan tawar.

“Dua hari kita bersihkan kolam setelah itu kita isi air dan tabur benih, ” Ucapnya.

Sejak memimpin Polsek Kuaro pada April 2023, IPTU Andi Ferial memang dikenal sebagai perwira yang aktif melakukan berbagai kegiatan yang mendukung salah satu tugas pokoknya yakni memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Menurut, Andi, memelihara kamtibmas bisa berjalan dengan baik jika terjadi hubungan atau komunikasi yang baik antara anggota kepolisian dengan masyarakat.

” Tak sekedar jalinan atau hubungan yang baik, keberadaan Polri juga harus dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, apa yang sedang dibutuhkan masyarakat tentu kita harus berbuat, paling tidak apa yang kita lakukan bisa membantu meringankan mereka” katanya.

Sebagai contoh yang dilakukan Polsek Kuaro adalah dengan program Pojok UMKM turunan dari program UMKM Presisi.

Melalui program pojok UMKM, Polsek Kuaro membangun kios yang lokasinya tidak jauh dari mapolsek.
“Ada tujuh kios yang dibangun, ” Kata Andi.

Tercentusnya ide Pojok UMKM, kata Andi, berawal dari tuntutan Polri sebagai penggerak UMKM, yang sudah pernah terealisasi saat bulan suci Ramadan melalui pembangunan bazar UMKM.

“Bazar UMKM yang digagas Polres Paser menjadi inspirasi kami untuk membuat pojok UMKM yang bisa menampung pelaku UMKM agar bisa mengembangkan usahanya,” kata Andi.

Untuk mengembangkan Pojok UMKM, Polsek Kuaro bekerja sama dengan UMKM Kuaro Maju dengan menampung pelaku usaha yang biasa dilibatkan dalam berbagai kegiatan Polsek Kuaro seperti pemeriksaan kesehatan, senam bersama, maupun pada saat ada kegiatan kunjungan pimpinan seperti Kapolda.

“UMKM yang aktif kami libatkan dan kami tampung di pojok UMKM,” katanya.

 

Tanggapan Warga dan Pemerintah Daerah

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Paser Taharuddin mengapresiasi upaya Polsek Kuaro ikut berperan mewujudkan program diversifikasi pangan atau memvariasikan pangan bukan hanya bersumber dari tanaman padi atau beras.

“Kami menyambut baik upaya Polsek Kuaro turut mengembangkan tanaman jagung. Karena selama ini kita condong makan nasi. Padahal jagung juga bisa menjadi sumber pangan yang lain,” ujarnya.

Menurut Taharuddin, sumber pangan dari jagung juga menjadi solusi di tengah ketidakpastian iklim saat ini yang berdampak pada terjadinya gagal panen akibat bencana alam.

“Kalau produksi padi menurun, makan jagung juga menjadi solusi kita di saat terjadi gagal panen,” katanya.

Taharuddin juga mengapresiasi budidaya ikan tawar yang dilakukan Polsek Kuaro bersama petani setempat. Menurut dia, langkah itu merupakan salah satu bentuk penyediaan pangan sumber protein hewani.

“Jika anak dilengkapi kebutuhan protein hewaninya, akan berdampak pada kecerdasannya dan mencegah terjadinya gizi buruk atau stunting,” ujarnya.

Salah satu pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kecamatan Kuaro, Isianto, menyambut baik pojok UMKM yang digagas Polsek Kuaro.

“Programnya sangat bagus. Artinya pelaku UKM bisa menjajakan barang dagangannya. Semoga program ini terus berjalan dengan baik,” kata Isianto pemilik UKM Sari Berkah 99.

Pengusaha Bakpia satu-satunya di Paser itu pun juga mengapresiasi kepedulian Polsek Kuaro yang selalu melibatkan UKM dalam kegiatan yang dilaksanakan kepolisian.

Menurut pengelola UMKM di Desa Padang Jaya itu, keterlibatan UKM dalam kegiatan baik itu yang digelar Polres Paser maupun Polsek Kuaro, merupakan bentuk pembinaan dari jajaran kepolisian.

“Produk kami juga ikuti dipromosikan oleh Pak Kapolsek dan jajarannya, saat ada kegiatan kunjungan pimpinan, atau kunjungan pejabat Polda Kaltim,” kata dia.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop) UKM Kabupaten Paser, Yusuf mengaku bersedia memberikan pendampingan dan pembinaan.

“UMKM yang difasilitasi Polsek Kuaro, bisa diberikan pembinaan oleh Pemkab Paser maupun oleh pihak lain,” katanya.

Menurut Yusuf, pelaku UMKM perlui diberikan bimbingan dan pembinaan agar produk pelaku UMKM dapat bernilai. Mereka, kata Yusuf,  harus mengikuti pelatihan dan pembinaan, serta memenuhi persyaratan agar produk mereka bisa layak edar.

“Para pelaku UKM perlu mengetahui manajemen yang baik dalam mengelola usaha mereka,” katanya.

Apa yang dibangun Polsek Kuaro melalui program Pojok UMKM, lanjut Yusuf, perlu ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan promosi dan kegiatan fasilitasi pemasaran produk usaha.

“Misalnya seperti mengadakan bazar di hari-hari tertentu agar mereka bisa menjual hasil produk yang mereka buat,” ucapnya. (GK)

Share.
Leave A Reply