Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Sebanyak 324 orang calon jamaah haji (Calhaj) yang tergabung dalam Kloter I asa Kota Balikpapan mulai diberangkatkan menuju Tanah Suci untuk menjalankan ibadah haji.

Ratusan calhaj ini diberangkatkan dengan menggunakan pesawat Airbus 330-300 melalui Bandara Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.

“Melalui Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan ini kita akan terbangkan sebanyak 19 kloter Calhaj dengan jumlah jamaah sebanyak 5.160 orang,” ujar General Manager (GM) PT Angkasa Pura (AP) I cabang Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan Ahmad Syaugi Shahab, Selasa (14/5/2024)

Ahmad Syaugi Shahab jumlah Calhaj yang berangkat melalui Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan untuk tahun 2024 ini mengalami penurunan dari jumlah calhaj di tahun 2023 lalu.

“Tahun lalu (2023, red), ada sebanyak 20 kloter dengan jumlah Calhaj sebanyak 4250, ini mungkin memang jamaahnya tidak sebanyak tahun lalu,” jelasnya.

Dimana pesawat yang digunakan saat ini, katanya, adalah jenis Airbus 330 Seri 300 dengan kapasitas penumpang sebanyak 324 penumpang.

Rute penerbangan pesawat ini, dari Balikpapan menuju Kualanamu dan langsung menuju Madinah dengan lama perkiraan penerbangan selama 11 Jam.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Syaugi Shahab menambahkan, persiapan yang dilakukan Bandara SAMS Sepinggan ini sudah satu bulan yang lalu, mulai dari persiapan peralatan hingga personel. Bahkan, dalam SK Panitia Haji, Bandara SAMS Sepinggan juga terlibat di dalamnya.

“Kita juga berkoordinasi dengan maskapai Garuda dan Damri, dalam upaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi para calhaj ini,” tegasnya.

“Nah yang paling vital ada runway, kita sudah bagusin run way nya, kita picing lagi, biar kuat. Pasalnya, tanggal 27 Mei nanti akan ada pesawat besar Legend. Jadi kita perbaiki selama 5 hari, mana yang perlu diperbagus,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelengaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Kaltim, Mulis menambahkan, kloter I Asal Balikpapan ini sebanyak 324 orang termasuk 5 petugas yang masing-masing 1 Tim Pembimbing Ibadah, 1 Ketua Tim, dan 3 Petugas Kesehatan.

“Dalam kloter ini, dari data sekretariat, ada sebanyak 9 orang menggunakan kursi roda, 18 persen yang termasuk kategori lansia, sisanya masih berusia muda,” tukasnya.

“Di kloter ini, calhaj yang tertua berusia 79 tahun sedangkan yang termuda berusia 27 tahun. Jadi secara umum usia calhaj nya masih muda, harapannya, untuk kloter I ini berangkatnya utuh dan kembalinya juga utuh,” sambungnya.

Share.
Leave A Reply