Kolaborasi Sosial di Balikpapan Kian Menguat, Dinsos dan CAT ID Fokus pada Pemberdayaan Anak
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Semangat kolaborasi sosial di Balikpapan terus menunjukkan geliat positif. Hal ini terlihat dari pertemuan antara Dinas Sosial Kota Balikpapan dan komunitas CAT ID Kota Balikpapan dalam rangka penyampaian laporan program kerja sepanjang 2025.
Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edy Gunawan, menyambut langsung kunjungan tersebut. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh refleksi atas berbagai capaian program sosial yang telah dijalankan bersama, terutama yang menyasar anak-anak dan keluarga rentan.
Sepanjang 2025, CAT ID bersama Dinsos Balikpapan aktif menggelar sejumlah kegiatan sosial, mulai dari respons kebencanaan hingga dukungan pendidikan. Bantuan perlengkapan sekolah, pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan, serta pendampingan sosial menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Edy menegaskan bahwa persoalan sosial di kota yang terus berkembang seperti Balikpapan tidak bisa ditangani oleh pemerintah semata.
“Tantangan sosial di Balikpapan semakin kompleks. Pemerintah tentu hadir melalui program dan regulasi, tetapi peran komunitas sangat penting dalam memperkuat implementasi di lapangan dengan pendekatan yang lebih personal dan responsif,” ujar Edy saat ditemui usai pertemuan, Rabu (26/2/2026).
Menurut dia, keterlibatan generasi muda melalui komunitas sosial membawa energi baru dalam gerakan pemberdayaan masyarakat. Anak muda dinilai mampu menjangkau kelompok rentan dengan cara yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap dinamika sosial perkotaan.
Tak hanya berfokus pada bantuan sesaat, ke depan Dinsos dan CAT ID sepakat membangun kerja sama yang lebih terstruktur dan berorientasi jangka panjang.
Program pemberdayaan akan diarahkan untuk mendorong kemandirian anak dan keluarga penerima manfaat.
“Kami ingin bantuan yang diberikan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat. Harapannya, anak-anak dan keluarga yang didampingi memiliki kapasitas untuk bangkit dan meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri,” kata Edy.
Ia menambahkan, pembangunan kota sejatinya tidak hanya diukur dari pertumbuhan infrastruktur, tetapi juga dari tingkat kepedulian sosial terhadap kelompok rentan.
Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas menjadi fondasi penting dalam menjaga keseimbangan tersebut.
“Kolaborasi ini harus terus berlanjut dan semakin kuat. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar peluang anak-anak di Balikpapan untuk mendapatkan perhatian, perlindungan, dan kesempatan tumbuh secara optimal,” tutur Edy.
Bagi Balikpapan, sinergi antara pemerintah dan komunitas sosial menjadi pengingat bahwa gotong royong tetap relevan di tengah modernitas kota. Dari langkah-langkah kecil yang konsisten, harapan bagi masa depan generasi muda pun terus dirawat. (HP/Adm Kominfo Balikpapan).
BACA JUGA
