Nurlena: Lindungi Anak Tak Cukup di Luar Rumah, Orang Tua Kini Harus Awasi Dunia Digital

Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam melindungi anak dari berbagai ancaman di era digital.

Menurutnya, rasa aman bagi anak tidak lagi cukup diwujudkan dengan menjaga lingkungan di luar rumah, tetapi juga harus mencakup aktivitas anak saat menggunakan perangkat digital di dalam kamar.

Pesan itu disampaikan Nurlena saat membuka kegiatan KIARA (Kelas Inspirasi Antar Penggerak) yang diinisiasi Tanoto Foundation bekerjasama dengan Dispustakar Kota Balikpapan yang digelar di Aula Dispustakar Kota Balikpapan, Selasa (4/7/2026).

Dimana kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai pihak untuk memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak.

“Kalau dulu orang tua merasa anak aman saat berada di dalam kamar, sekarang justru kita harus tahu apa yang mereka lihat, apa yang mereka konsumsi di media digital, dan dengan siapa mereka berkomunikasi. Ancamannya sudah masuk ke dalam rumah melalui teknologi,” ujar Nurlena.

Ia menilai perkembangan teknologi membawa manfaat besar, tetapi juga menghadirkan tantangan baru yang menuntut orang tua lebih aktif mendampingi anak. Pengawasan, menurutnya, bukan lagi bentuk pembatasan, melainkan bagian dari tanggung jawab dalam memberikan perlindungan.

“Keamanan anak sekarang bukan hanya ketika mereka berada di luar rumah. Di dalam kamar pun mereka harus tetap kita lindungi. Kita sering tidak tahu apa yang sedang mereka konsumsi melalui layar gawai mereka. Di situlah peran orang tua menjadi sangat penting,” katanya.

Selain menekankan pentingnya pengawasan di ruang digital, Nurlena juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadi penggerak perlindungan anak. Menurut dia, membangun generasi yang berkualitas tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, dunia usaha, media, organisasi masyarakat, hingga komunitas.

Ia mengatakan gerakan perlindungan anak harus dimulai dari keteladanan.

“Kalau kita hanya memberi perintah atau sekadar berbicara, tidak akan ada yang mengikuti. Tetapi kalau kita ikut bergerak bersama, masyarakat pasti akan ikut. Itulah yang harus kita bangun,” ujarnya.

Nurlena turut mengapresiasi Tanoto Foundation dan seluruh pihak yang menggagas KIARA sebagai ruang belajar sekaligus wadah kolaborasi lintas sektor.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tanoto Foundation serta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan KIARA sebagai ruang kolaborasi, ruang belajar bersama, sekaligus ruang lahirnya gagasan-gagasan terbaik demi terpenuhinya hak-hak anak kita,” ucapnya.

Menurut Nurlena, anak merupakan amanah sekaligus investasi paling berharga bagi masa depan bangsa. Karena itu, keberhasilan mereka tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga kualitas pengasuhan, kesehatan, pembentukan karakter, serta lingkungan yang aman dan mendukung.

“Dibutuhkan sinergi yang kuat antara keluarga, satuan pendidikan, pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen bangsa. Membangun masa depan anak adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan kembali nilai gotong royong dan kepedulian sosial kepada anak-anak yang mulai tergerus oleh penggunaan gawai. Menurutnya, tidak sedikit anak yang kini lebih fokus pada layar telepon genggam dibandingkan lingkungan di sekitarnya.

“Anak-anak kita harus lebih peka terhadap lingkungan. Jangan sampai terlalu asyik dengan gawai sehingga tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekitar mereka. Nilai gotong royong dan kepedulian harus terus kita hidupkan kembali,” ujar Nurlena. (HP/Adv Kominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar