Balikpapan, Gerbangkaltim.com Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan melalui Komisi II DPRD Kota Balikpapan meminta Pemkot Balikpapan untuk bisa mengkaji ulang desain Pasar Pandansari, Balikpapan Barat, Kota Balikpapan.

Upaya ini dilakukan agar bisa memberikan kenyamanan bagi konsumen yang akan berbelanja di salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Balikpapan itu.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Ali Munsyir Halim mengatakan, salah satu kesimpulan dari hasil RDP Komisi II DPRD Kota Balikpapan dengan stakeholder terkait adalah pada tanggal a 23 Juli 2024 dilakukannya penataan dan penertiban Pasar Pandansari, Balikpapan Barat. Namun secara teknis, Satpol PP melakukan rapat dengan mengundang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat.

“Kemudian, Disdag yang berkewenangan di dalam i pasar memberitahu kepada pedagang untuk kembali ke lapak atau kios yang mereka miliki. Apabila tidak difungsikan saat penertiban tidak ditempati, maka akan dicabut haknya,” ujarnya, Senin (8/7/2024).

Ali Munsyir Halim menambahkan, untuk Dishub diminta untuk membantu saat penertiban karena di sana ada sungai atau parit besar. Dan dibuatkan perencanaan terhadap pengaturan arus lalu lintas lagi.

“Kemudian balok beton di sana bisa diatur lebih lanjut, karena ada gerakan pra dan pasca penertiban. Sedangkan pak camat dan Kapolsek Balikpapan Barat, tentu akan memimpin rapat teknis yang dilakukan oleh Pak Budi (Kepala Satpol PP, Red),” jelasnya.

Kemudian, lanjutnya, untuk Dinas Pekerjaan Umum (DPU) ada satu yang perlu ditindaklanjuti bahwa pasar itu secara teknis dipikirkan tentang desain. yang membuat pengunjung bisa naik ke lantai atas Pasar Pandansari.

“Di dalam pikiran saya, apakah bisa pasar basah atau ikan bisa ditempatkan di lantai dua atau tiga. Kemudian dibawahnya segmen kelontongan. Terakhir kami akan memakai seragam berbeda agar tidak dilihat sebagai OPD. Saya kira itu yang saya sampaikan untuk mencoba menyimpulkan,” tutupnya.

Share.
Leave A Reply