Komisi XIII DPR RI Apresiasi Ketahanan Pangan Lapas Banjarmasin, Warga Binaan Berhasil Panen Sayur dan Lele
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com – Program ketahanan pangan yang dikembangkan di Lapas Kelas IIA Banjarmasin mendapat perhatian dan apresiasi dari Komisi XIII DPR RI. Dalam kunjungan kerja spesifik ke Kalimantan Selatan, anggota dewan meninjau langsung berbagai kegiatan pembinaan kemandirian warga binaan yang telah menghasilkan panen sayuran hingga budidaya ikan lele.
Kunjungan yang berlangsung tersebut diawali dengan meninjau Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1. Di lokasi ini, rombongan menyaksikan panen kangkung sebanyak 38 kilogram dan kacang panjang mencapai 10 kilogram yang dikelola oleh warga binaan.
Selain sektor pertanian, Komisi XIII DPR RI juga melihat hasil budidaya perikanan berupa panen ikan lele dari kolam tanah yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan di dalam lapas.
Anggota Komisi XIII DPR RI, Muhammad Rofiqi mengatakan, program pembinaan berbasis ketahanan pangan tersebut menunjukkan bahwa warga binaan memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas selama menjalani masa pidana.
“Penanaman terong ungu secara simbolis ini kami harapkan menjadi salah satu wujud keberhasilan program ketahanan pangan di Lapas Banjarmasin ke depan. Semoga program pembinaan kemandirian ini terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan,” ujar Rofiqi, Selasa (23/6/2026).
Usai meninjau SAE 1, rombongan melanjutkan kegiatan ke SAE 2 dengan melakukan penanaman 20 bibit terong ungu bersama warga binaan. Penanaman tersebut menjadi simbol dukungan terhadap penguatan sektor pertanian sekaligus keberlanjutan program pembinaan yang dijalankan di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Erwedi Supriyatno, menilai program ketahanan pangan yang berjalan di Lapas Banjarmasin merupakan salah satu bentuk pembinaan yang mampu memberikan dampak positif bagi warga binaan.
“Program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian di Lapas Banjarmasin menjadi bukti bahwa warga binaan dapat diberdayakan secara positif dan produktif. Kehadiran Komisi XIII DPR RI menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan yang berkelanjutan,” kata Erwedi.
Menurutnya, kegiatan pertanian dan perikanan tidak hanya bertujuan menghasilkan produk pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyebut keberhasilan panen yang dicapai merupakan hasil kerja dan keterlibatan aktif warga binaan dalam mengikuti program pembinaan.
“Panen kangkung 38 kilogram, kacang panjang 10 kilogram, panen lele di SAE 1, serta penanaman 20 pohon terong ungu di SAE 2 adalah hasil kerja keras warga binaan. Ini bukan sekadar produksi, tetapi juga proses pembentukan karakter, kedisiplinan, dan keterampilan yang menjadi bekal penting bagi mereka ke depan,” ujarnya.
Program pembinaan di Lapas Kelas IIA Banjarmasin saat ini mencakup berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan hingga pengolahan hasil produksi. Program tersebut dirancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan kerja sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.
Melalui kunjungan tersebut, Komisi XIII DPR RI dapat melihat secara langsung implementasi program pembinaan kemandirian yang selama ini dijalankan di Lapas Banjarmasin. Ke depan, program serupa diharapkan terus berkembang sehingga mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga binaan sekaligus mendukung tujuan pemasyarakatan yang lebih produktif dan humanis.
BACA JUGA
