Krishna Galih Terpilih Aklamasi, PJI Balikpapan Resmi Berdiri
Balikpapan, Gerbangkaltim.com — Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) resmi memiliki Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di Kota Balikpapan. Krishna Galih Mahendra Putra terpilih secara aklamasi sebagai ketua untuk periode 2026–2030 dalam Musyawarah Cabang (Muscab) perdana yang digelar di Sekretariat Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Balikpapan, Gedung Parkir Klandasan Lantai 1, Sabtu (26/9/2026).
Muscab tersebut menjadi tonggak awal pembentukan DPC PJI Balikpapan. Pemilihan ketua diawali dengan pandangan umum peserta dan dilanjutkan melalui voting terbuka hingga forum menetapkan Krishna Galih sebagai ketua secara mufakat.
Krishna Galih sebelumnya dipercaya sebagai Ketua Tim Mandat pembentukan DPC PJI Balikpapan berdasarkan Surat Penugasan Nomor 004/SM/DPD-PJI-KALTIM/IX/2026 dari DPD PJI Kalimantan Timur.
Dalam tim tersebut, Krishna bekerja bersama Eddy Supardy, Moh. Alfian As, dan Anton Anggana untuk mempersiapkan pembentukan organisasi hingga pelaksanaan Muscab.
Ketua DPD PJI Kalimantan Timur, Jerison Togelang hadir dalam Muscab sekaligus menyerahkan pataka organisasi kepada Krishna Galih. Penyerahan tersebut menjadi simbol dimulainya kepemimpinan DPC PJI Balikpapan periode 2026–2030.
“Saya sangat mengapresiasi kerja sama tim mandat yang telah bekerja keras, sehingga Muscab ini bisa terlaksana dan berjalan dengan baik,” kata Jerison.
Usai menerima pataka, Krishna menyampaikan komitmennya untuk menjadikan PJI Balikpapan sebagai organisasi yang mendorong profesionalisme dan integritas jurnalis.
Menurut dia, tantangan pers saat ini tidak hanya berkaitan dengan tuntutan profesionalisme, tetapi juga derasnya arus informasi digital dan penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.
“Amanah yang diberikan secara aklamasi ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bersama. Kehadiran PJI di Balikpapan tahun ini harus menjadi titik tolak bagi kita untuk menabuh genderang perang terhadap hoaks,” ujar Krishna.
Ia mengatakan, pers memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar, terutama di tengah perkembangan Balikpapan sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Perang melawan disinformasi adalah harga mati demi menjaga nalar dan kewarasan publik di tanah IKN ini,” katanya.
Krishna juga mengajak wartawan yang tergabung dalam PJI untuk membangun iklim pemberitaan yang memberikan informasi sekaligus menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat.
“Mari kita bersama-sama menciptakan suasana yang sejuk lewat pemberitaan yang baik dan positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain penguatan kualitas jurnalistik, kepengurusan baru PJI Balikpapan menyiapkan sejumlah program organisasi. Di antaranya peningkatan kompetensi anggota, penguatan profesionalisme, penerapan kode etik jurnalistik, serta advokasi dan perlindungan hukum bagi jurnalis dalam menjalankan tugas.
Krishna mengatakan sekretariat DPC PJI Balikpapan juga telah disiapkan sebagai pusat koordinasi kegiatan organisasi.
“Sekretariat untuk PJI Balikpapan sudah kami siapkan,” katanya.
Setelah Muscab, Krishna bersama tim mandat dan anggota akan menyusun struktur kepengurusan DPC PJI Balikpapan secara lengkap untuk menjalankan program organisasi selama periode kepemimpinannya.
Dengan terbentuknya DPC PJI Balikpapan, organisasi tersebut kini memiliki wadah kepengurusan di tingkat kota yang diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi bagi para jurnalis sekaligus memperkuat praktik jurnalistik yang profesional, beretika, dan bertanggung jawab kepada publik.
BACA JUGA
