Lahan Gambut Petung Terbakar 11 Hari, Tim Gabungan PPU All Out
PENAJAM, Gerbangkaltim.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membutuhkan perjuangan ekstra. Memasuki hari ke-11, tim gabungan yang terdiri dari Polres PPU, TNI, BPBD, Manggala Agni, pemadam kebakaran, hingga tenaga kesehatan masih terus berjuang memadamkan kepulan asap tebal di atas lahan gambut kawasan Kelurahan Petung RT 16, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Rabu (7/10/2026).
Guna memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal, terukur, dan mengutamakan keselamatan jiwa, Polres PPU mengikuti Briefing Pagi Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Posko Siaga Darurat Bencana PPU pukul 09.00 WITA. Forum koordinasi terpadu ini juga terhubung secara daring dengan agenda Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Lahan gambut di Kelurahan Petung menjadi perhatian paling serius akibat karakteristik vegetasinya yang menyimpan bara api di bawah permukaan tanah. Kondisi ini memicu munculnya asap pekat yang membubung tinggi, terutama di sepanjang bantaran sungai. Tim gabungan tidak hanya berupaya menyiramkan air secara masif, tetapi juga melakukan penyisiran intensif untuk memadamkan sumber titik api tersembunyi agar kebakaran tidak kembali meluas.
Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU., melalui Kabag Ops Polres PPU AKP Aan Suharmanto, S.T., menegaskan bahwa penanggulangan karhutla di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) ini menuntut pola kerja kolektif dan koordinasi lintas sektor yang presisi.
“Bapak Kapolres menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan koordinasi di lapangan. Karhutla memiliki karakteristik yang tidak dapat ditangani secara parsial, sehingga seluruh unsur harus bergerak sesuai tugas dan kewenangannya dengan mengutamakan kecepatan serta keselamatan,” ujar AKP Aan Suharmanto usai pelaksanaan briefing.
AKP Aan Suharmanto menambahkan, perlindungan fisik serta stamina petugas di lapangan menjadi prioritas yang tak bisa ditawar. Mengingat medan gambut yang ekstrem dan paparan asap pekat selama lebih dari seminggu, Dinas Kesehatan PPU dikerahkan secara khusus untuk memberikan pemeriksaan medis berkala kepada para personel yang bertugas di lokasi kebakaran.
Di sisi lain, pemantauan kualitas udara terus dievaluasi secara berkala. Meskipun indeks kualitas udara di Kecamatan Penajam mulai menunjukkan tren membaik, kondisi udara di wilayah Kecamatan Sepaku tercatat masih berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok rentan atau sensitif.
Polres PPU mengimbau keras seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Sinergi antara ketegasan aparat, kesiapsiagaan tim tanggap bencana, dan kepedulian warga diharapkan mampu menuntaskan ancaman karhutla demi mengamankan kesehatan masyarakat serta kelestarian lingkungan di Penajam Paser Utara.
Sumber: Humas Polda Kaltim
BACA JUGA
