Lapas Banjarmasin Gandeng Puskesmas Edukasi Hantavirus, 95 Warga Binaan Ikuti Penyuluhan Kesehatan

Lapas Banjarmasin
Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus memperkuat upaya pencegahan penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan melalui kegiatan sosialisasi Hantavirus yang diikuti 95 warga binaan, Senin (8/6/2026).

Banjarmasin, Gerbangkaltim.com – Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus memperkuat upaya pencegahan penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan melalui kegiatan sosialisasi Hantavirus yang diikuti 95 warga binaan, Senin (8/6/2026).

Kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan Puskesmas Pelambuan sebagai bagian dari program peningkatan layanan kesehatan preventif bagi warga binaan.

Penyuluhan yang berlangsung di Klinik Pratama Lapas Banjarmasin itu bertujuan meningkatkan pemahaman warga binaan mengenai bahaya Hantavirus, penyakit yang dapat ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Pelambuan, Norhidayah, menjelaskan berbagai aspek terkait penyakit tersebut, mulai dari penyebab, cara penularan, gejala hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut dia, menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit yang berasal dari hewan pengerat.

“Menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah dengan baik, serta menghindari kontak dengan tikus maupun kotorannya merupakan langkah penting untuk mencegah penularan Hantavirus. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, termasuk warga binaan, terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat,” ujar Norhidayah.

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Gilang Wisnuwardhana, mengatakan penyuluhan kesehatan merupakan bagian dari program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kepribadian dan keterampilan, tetapi juga kesehatan warga binaan.

Ia berharap materi yang disampaikan dapat meningkatkan kesadaran warga binaan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat selama menjalani masa pembinaan.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah menegaskan, kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif.
Menurutnya, kolaborasi dengan fasilitas layanan kesehatan di luar lapas menjadi langkah strategis untuk memastikan warga binaan mendapatkan akses edukasi kesehatan yang memadai.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi warga binaan. Melalui kerja sama dengan Puskesmas Pelambuan, kami ingin memastikan mereka mendapatkan pemahaman yang baik mengenai berbagai penyakit menular, termasuk Hantavirus, sehingga mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan secara mandiri,” kata Akhmad Herriansyah.

Ia menambahkan, edukasi kesehatan secara berkala menjadi bagian dari upaya preventif yang terus dikembangkan Lapas Banjarmasin guna meminimalkan risiko penyebaran penyakit di lingkungan hunian.

“Kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan harus menjadi budaya bersama. Dengan pengetahuan yang tepat, warga binaan dapat berperan aktif menjaga kesehatan diri sendiri maupun lingkungan sekitar, sehingga tercipta suasana lapas yang lebih sehat dan nyaman,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Banjarmasin berharap pemahaman warga binaan terhadap penyakit menular semakin meningkat dan mendorong terbentuknya perilaku hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar