Lapas Banjarmasin Kebanjiran Pesanan, 18 Taplak Meja Sasirangan Karya Warga Binaan Dipesan Masjid
Banjarmasin, Gerbangkaltim.com – Produk hasil pembinaan kemandirian warga binaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus mendapat kepercayaan masyarakat.
Terbaru, Unit Kegiatan Kerja (UKK) Lapas Banjarmasin berhasil menyelesaikan pesanan sebanyak 18 taplak meja berbahan kain sasirangan untuk Masjid Baabut Taqwa, Jumat (17/7/2026).
Pesanan tersebut menjadi bukti bahwa produk karya warga binaan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mampu bersaing dari sisi kualitas sehingga semakin diminati oleh berbagai kalangan.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah mengatakan, peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap produk hasil karya warga binaan merupakan hasil dari pembinaan keterampilan yang dilakukan secara konsisten.
“Kepercayaan masyarakat terhadap produk warga binaan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan yang benar-benar bermanfaat sehingga ketika kembali ke masyarakat mereka memiliki bekal untuk mandiri dan produktif,” ujar Akhmad Herriansyah.
Menurutnya, program pembinaan kemandirian tidak hanya berorientasi pada aktivitas selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membentuk karakter, meningkatkan kompetensi, sekaligus membuka peluang usaha bagi warga binaan setelah bebas.
Ia menjelaskan, sasirangan sebagai kain khas Kalimantan Selatan memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi yang tinggi. Melalui pelatihan yang diberikan di dalam lapas, warga binaan dibimbing agar mampu menghasilkan produk berkualitas yang memiliki daya saing di pasar.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat maupun instansi yang menggunakan produk hasil karya warga binaan. Selain mendukung pembinaan, hal ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap proses reintegrasi sosial mereka,” katanya.
Lapas Banjarmasin terus mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian, salah satunya melalui produksi kerajinan berbahan kain sasirangan. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemasyarakatan dalam menciptakan warga binaan yang terampil, produktif, dan siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat.
Keberhasilan menyelesaikan pesanan 18 taplak meja untuk Masjid Baabut Taqwa menjadi salah satu indikator bahwa hasil pembinaan di Lapas Banjarmasin mampu menghasilkan produk yang berkualitas sekaligus memiliki nilai ekonomi, sejalan dengan upaya mendorong kemandirian warga binaan setelah menyelesaikan masa pidananya.
BACA JUGA
