Lato-Lato, Alihkan Anak dari Gadget, Wujudkan Generasi EMAS

image_pdfimage_print

 

SATU permainan anak bahkan disenangi orang dewasa yang lagi TREN  melanda anak-anak di Nusantara. Di penghujung tahun, tiba-tiba saja mainan jadul bernama lato-lato alias etek-etek digandrungi para anak.
Berkat permainan ini, anak-anak seolah teralihkan dari gadget. Kita patut bersyukur ternyata penggunaan Gadget yang selama ini pada anak-anak, ternyata mampu dikurangi oleh permainan tradisional lato-lato alias etek-etek alias nok-nok.

Lato-lato sendiri adalah permainan yang terbuat dari dua bola dari plastik keras. Lalu, keduanya dihubungkan dengan seutas tali beserta pegangannya. Salah satu orang tua, Kasrani mengaku, semenjak ada permainan lato-lato, anaknya jarang bermain gadget lagi.

Kasrani yang juga sebagai Kabid PUG dan PP, sekaligus Plt. Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) menyebutkan, permainan jadul tersebut menarik perhatian anak-anak karena banyak penjual yang memasarkan mainan tersebut. ’’Karena anak sekitar rumah juga pada mainan ini. Akhirnya sekarang hampir seharian mainan lato-lato terus, gak pernah pegang gadget lagi, tentu ini sangat bagus karena mengurangi penggunaan gedget ’’ paparnya.

Menurut Kasrani sendiri, permainan jadul yang dulunya dijuluki etek-etek, nok-nok itu kini memang tengah booming. Sebab, di beberapa video media sosial, permainan itu viral. ’’Di TikTok dan Instagram banyak yang buat video tek-tek ini, makanya anak-anak akhirnya pada ikutan mainan. Sekali lagi kita wajib bersyukur, bisa ngurangin mainan gadget terus,’’ ujarnya.

Kasrani menambahkan “Lato-lato bukan mainan asli Indonesia. Permainan ini banyak dikenal di negara-negara lain dengan nama berbeda. Di Indonesia, mainan ini disebut juga nok-nok karena mengeluarkan bunyi ‘nok nok nok’ ketika dimainkan. Lato-lato, tek-tek atau nok-nok sempat populer di Indonesia pada tahun 1990-an hingga awal 2000-an. Kini, mainan itu kembali digemari masyarakat, tidak hanya anak-anak tetapi juga orang dewasa.

Bahkan “Presiden Jokowi dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun ikut menjajal mainan tersebut. Aksi keduanya saat main lato-lato diunggah oleh Kang Emil di akun Instagram pribadinya. “Main nok-nok bareng presiden dan gubernur,”

Menurut Kasrani “Tentu Dinas P2KBP3A Kabupaten Paser, sangat Apresiasi Permainan lato-lato yang kini tengah viral. Pasalnya, permainan jadul tersebut dinilai mampu mengalihkan perhatian dan ketergantungan anak pada gadget. Ini sesuai tujuan kami bagaimana melindungi anak-anak dan membuat mereka bahagia, ’’Permainan lato-lato, atau yang dulunya dikenal etek-etek ini memang sangat membawa pengaruh besar buat anak-anak. Karena intensitas mereka terhadap gadget juga akhirnya berkurang,’’

Kasrani menambahkan, lato-lato sebagai salah satu bentuk pelestarian permainan tradisional. ’’Kami mendukung munculnya kembali permainan-permainan tradisional di kalangan masyarakat. Ini sebagai upaya mengurangi kecanduan anak-anak kita pada gadget, dan saya berharap, jika memungkinkan, kedepannya permainan-permainan teradisional seperti lato-lato ini, bisa di masukkan ke dalam program pembelajaran di Kabupaten Paser, ini adalah bagian terpenting dalam mewujudkan Geberasi EMAS di masa yang akan datang ’’ Ujar Kasrani, menutup penjelasannya.. (erwe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *