Memaknai Hari Jadi Paser ke 63, Sebagai Momentum Perkuat Paser MAS

image_pdfimage_print

 

Oleh :
Dr. H. Kasrani, M.Pd
Ketua GPMB Kabupaten Paser

PROVINSI Kalimantan Timur memiliki 10 Kabupaten/Kota, setiap kabupaten/kota di Kalimantan Timur maupun Kabupaten/Kota di Indonesia pastilah memiliki hari ulang tahun atau sering disebut sebagai Hari Jadi. Begitu juga dengan Kabupaten Paser yang merupakan salah satu kabupaten yang terletak di arah selatan di Provinsi Kaltim.
Pada hari Kamis, Tanggal 29 Desember 2022, merupakan hari yang penuh dengan sejarah, makna, dan boleh dituliskan dalam sebuah tinta emas sebagai sebuah catatan yang baik bagi anak, cucu, dan penerus kehidupan di Bumi Daya Taka ini. Bahwa hari ini, Kabupaten Paser tepatnya merayakan Hari Jadinya yang ke-63
Kabupaten Paser sebelumnya berdiri pada Abad XVI (1516 Masehi), yang kemudian dinamakan Kesultanan Pasir, berdiri dan dipimpin oleh seorang wanita (Ratu I) yang dinamakan Putri  Di Dalam Petung. Wilayah kekuasaan kerajaan Sadurangas meliputi Kabupaten Pasir yang ada sekarang, ditambah dengan Kabupaten  Penajam Paser Utara dan sebagian Propinsi Kalimantan Selatan, Sultan terakhir Kesultanan Pasir (1900-1906 M) adalah Pengeran Mangku Jaya Kesuma diberi gelar Sultan Ibrahim Khaliluddin.
Kabupaten Paser adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Kaltim. Ibu kota kabupaten ini terletak di Tanah Grogot . Kabupaten Paser merupakan wilayah Provinsi Kalimantan Timur yang terletak paling Selatan, tepatnya pada posisi 0⁰ 48′ 29.44” -2⁰ 37′ 24.21” Lintang Selatan dan 115⁰ 37′ 0.77” – 118⁰ 1′ 19.82” Bujur Timur. Luas wIlayah Kabupaten Paser adalah 11.603,94 Km2. Wilayah ini terdiri dari 10 (sepuluh) kecamatan dengan 5 Kelurahan dan 139 Desa.
Kabupaten Paser hari ini tepat berusia yang ke-63, merupakan usia yang boleh dikatakan terbilang tidak muda lagi bagi sebuah kabupaten, yang berbatasan langsung dengan provinsi Kalimantan Selatan dan dan Kalimantan Tengah.
Hari Jadi merupakan momentum untuk dapat introspeksi diri. Sebuah momen yang harus dimaknai sebagai perbaikan., melainkan harus lebih baik lagi. Jadi, hari esok harus lebih baik dari kemarin sebagaimana moto Kabupaten Paser “Olomanin Aso Buen Siolo Endo” Patutlah kita semua masyarakat Paser agar senantiasa menyadari bahwa peringatan hari ulang tahun, sesungguhnya bukanlah suatu proses seremonial semata, melainkan harus selalu ditempatkan sebagai sebuah energi positif  mendorong performa dan kinerja terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance) dan pembangunan di Bumi Daya Taka
Apa makna Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Paser yang sesungguhnya? Apakah hanya sebatas memperingati saja tidak memontum Hari Jadi sebagai Intropeksi diri untuk melakukan langkah-langkah perbaikan untuk masyarakat Kabupaten Paser di masa sekarang dan masa yang akan datang., Hari Jadi Kabupaten Paser dan proses pembangunan di Bumi Daya Taka. Hari Jadi Kabupaten Paser bukanlah tanpa makna. Akan tetapi mempunyai nilai yang sangat penting sebagai bagian dari perjalanan sebuah sejarah dan kehidupan budaya.
Peringatan Hari Jadi ini merupakan sebuah perjalanan sejarah masa lalu, masa sekarang, serta masa yang akan datang. Ini dikarenakan Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Paser memiliki Visi mewujudkan Paser MAS (Maju, Adil dan Sejahtera)
Dengan momen Hari Jadi ini pula diharapkan dapat menumbuh kembangkan dan memperkuat jati diri Kabupaten Paser sebagai daerah yang kaya sumber daya alam dan kaya akan akar budaya serta mendorong semangat membangun daerah dalam kebersamaan dan keberagaman. Di momen Hari Jadi ini marilah kita ciptakan persatuan dan kesatuan yang harmonis agar Kabupaten Paser selalu dalam kondisi aman, kondusif, damai dan sejahtera untuk mewujudkan pembangunan di Bumi Daya Taka.
Dengan momen peringatan Hari Jadi Kabupaten Paser ini juga mempunyai beberapa makna yang saling terkait yang harus ditanamkan oleh kepada seluruh lapisan masyarakat .Kabupaten Paser.
Pertama, Selalu melihat masa lalu
Karena masa lalu adalah fondasi yang sangat bernilai sebagai referensi untuk menapaki masa sekarang dan masa depan atau masa yang akan datang. Ini sangat penting dan perlu dilakukan pembangunan Paser ke depan agar lebih maju, sejahtera, unggul, dan berdaya saing dengan daerah lainnya yang berada di Provinsi Kaltim sebagaimana Visi Bupati mewujudkan Paser MAS (Maju, Adil dan Sejahtera)
Kedua, adalah Cita-cita yang jelas
Cita-cita para pahlawan yaitu kemerdekaan bangsa Indonesia. Pembebasan ibu pertiwi dari penjajahan bangsa asing. Ini adalah cita-cita besar, cita-cita pribadi atau golongan tertentu. Bung Karno sebagai proklamator mengatakan supaya kita menggantungkan cita-cita kita setinggi langit. Cita-cita membuat kita bangun lebih pagi, membuat kita tahan lebih lama bekerja, di kota-kota besar bahkan terjadi tahan bekerja di bawah terik matahari, berdesak-desakan dalam bus untuk menemui nasabah atau calon pelanggan, bekerja sampai jauh malam, di kantor, jika memang ada pekerjaan yang mendesak.
Cita-cita Pemerintah Kabupaten Paser adalah mewujudkn Kabupaten Paser MAS (Maju, Adil dan Sejahtera) ini adalah cita-cita yang sangat besar untuk kemajuan Kabupaten Paser di masa yang akan datang, dukungan semua masyarakat tanpa kecuali sangat diperlukan untuk tercapainya cita-cita mulia Bupati dan Wakil Bupati Paser.
Ketiga, adalah Semangat Pantang Menyerah
Bila kita memiliki cita-cita yang jelas, tantangan atau godaan apapun tidak akan menggoyahkan kita. Kita tidak akan menyerah dengan mudah. Misalkan sebuah ilustrasi Columbus, “setelah sebulan berlayar, anak buah Columbus sudah putus asa. Pulau yang diimpikan belum juga kelihatan. Mereka terus mendesak Columbus untuk kembali ke Spanyol. Tetapi setiap kali didesak, Columbus menjawab, “ayo kita teruskan sedikit lagi.” Dan seterusnya kita tahu. Columbus dianggap menemukan benua Amerika, sekalipun benua ini sebelumnya sudah ditemukan dan dihuni oleh orang-orang Indian. Yang jelas, inilah hasil sebuah cita-cita besar yang diikuti dengan semangat pantang menyerah.
Jadi jangan mudah menyerah. Bila kita terus berjalan menuju ke arah cita-cita, pada suatu saat kita akan sampai di tempat tujuan. Seringkali hal itu terjadi justru pada saat kita sudah ada di ujung putus asa.
Keempat, adalah Keberanian
Belajar dari sejarah Keberanian para tokoh pejuang Bangsa, Ini perlu kita kita teladani sebagai generasi penerus bangsa dalam menjalani hidup ini. Cita-cita yang cemerlang sering kali gagal karena kita tidak memiliki keberanian untuk mewujudkannya. Kita takut untuk memulai, kita takut untuk mengambil resiko, kita takut gagal. Semua rasa takut itu melumpuhkan kita.
“Jika anda memiliki keinginan, laksanakanlah. Keberanian memiliki kejeniusan sendiri.” Jelasnya kepandaian itu akan timbul bila kita memiliki keberanian. Keberhasilan hanya buat mereka yang berani. Dunia ini adalah untuk orang-orang pemberani.

Keempat, adalah Semangat Berkorban
Tidak ada yang gratis di bawah matahari. Demikian semboyan orang-orang bisnis. Saya kira semboyan itu benar sekali. Apapun yang kita lakukan perlu pengorbanan. Bahkan kalau kita tidak melakukan apa-apa, kita juga telah mengorbankan sesuatu yaitu kesempatan. Hidup ini memang menuntut pengorbanan.
Pengorbanan adalah sebuah kata yang indah dan dinamis. Karena itu perkembangan pengetahuan dan pengalaman dengan perubahan waktu identik dengan pengorbanan yaitu berubah dan berkembang.Setiap tindakan pengorbanan adalah pelayanan. Prinsip-prinsip pengorbanan adalah satu hal dan praktek-praktek
Pembangunan Kabupaten Paser memerlukan pengorbanan kita semua dalam segala hal sesuai dengan kemampuan dan keberadaan kita di Kabupaten Paser tercinta ini.
Kelima, Selalu Mawas Diri dan Intropeksi Diri
Dengan peringatan hari ulang tahun kita jadikan sebagai sarana untuk mengenali diri kita secara lebih baik dan mengetahui kemampuan, potensi dan capaian yang telah kita raih secara lebih baik. Melakukan intropeksi diri Bagaimana kita semua bisa bisa belajar dari kekurangan dan menetapkan langkah perbaikan-perbaikanmasyarakat Kabupaten Paser, mari kita semua harus memunculkan inovasi dan kreasi yang baik, efektif, dan efisien serta mempunyai terobosan yang bisa membangkitkan gairah kehidupan ekonomi, sosial, politik, dan pembangunan. Sehingga target untuk membuat “Rakyat Senang” bisa tercapai dengan baik.
Keenam, adalah berfikir ke depan.
Maksudnya adalah kita semua harus mempunyai pandangan, dan perencanaan yang baik dan matang untuk keberhasilan sebuah pembangunan Bumi Daya Taka ini. Mari kita jadikan momen Hari Jadi Kabupaten Paser ini sebagai penyemangat, pemersatu, dan mari kita saling bergandengan tangan untuk mengisi kembali perjuangan pembangunan kehidupan bumi Daya Taka dengan karya nyata dan prestasi kerja nyata menuju Paser MAS (Maju, Adil dan Sejahtera)
Ketujuh, adalah Menjaga Persatuan dan Kesatuan
Terdapat tiga makna penting di dalam persatuan dan kesatuan, yakni: menjalin rasa kebersamaan dan saling melengkapi satu sama lain, persatuan dan kesatuan menjalin rasa kemanusiaan, sikap saling toleransi, serta keharmonisan untuk hidup berdampingan, persatuan dan kesatuan menjalin rasa persahabatan, kekeluargaan dan sikap saling tolong menolong antar sesama, serta mengembangkan sikap nasionalisme. Persatuan dan Kesatuan di Kabupaten Paser sudah menjadi Budaya yang telah ditanamkan para pendiri Kabupaten Paser, dengan semangat persatuan dan kesatuan yang telah dibangun selama ini akan mampu mempercepat terwujudnya Paser MAS (Maju, Adil dan Sejahtera)
Selamat HUT Kabupaten Paser ke 63 jadikan momentum Hari Jadi ini sebagai penyemangat untuk menyatukan langkah bersama mencapai cita-cita besar Bupati Paser menuju Paser MAS (Maju, Adil dan Sejahtera).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *