Menebak Arah Jari Telunjuk Bupati Paser

image_pdfimage_print

Oleh : Ropii Wartono*

Panitia seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Kabupaten Paser telah mengumumkan dua belas nama pejabat yang lolos seleksi akhir untuk menduduki empat jabatan eselon dua yang dilelang. Siapakah gerangan empat dari dua belas pejabat yang akan beruntung…?

Dalam beberapa hari terakhir ini, kedua belas pejabat yang lolos seleksi akhir pasti diliputi suasana tanda tanya. Siapakah gerangan yang bakal dipilih Bupati Paser dr. Fahmi Fadli untuk memimpin organisasi perangkat daerah. barang kali itu pertanyaan yang terus menggelayut dalam hati para calon.

Dalam seleksi JPTP ini, ada empat jabatan lowong yang dilelang, antara lain, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Sekretaris DPRD Paser dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah. (Disperindakop dan UKM).

Yuk, kita kupas satu persatu siapa calon-calon yang bakal beruntung.

Di Satuan Polisi Pamong Praja ada tiga calon yakni H.M Guntur yang saat ini adalah Camat Tanah Grogot, Margita, seorang Kabag di Sekretariat Daerah dan Ruslan, pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Jika melihat ketiga calon, Margita paling senior dalam jabatan eselon tiga, selanjutnya Guntur dan Ruslan. Dari ketiga calon itu, nama Guntur dan Margita paling berpeluang dipilih Bupati Paser untuk menduduki kepala organisasi penegak peraturan daerah (perda) ini.

Sekedar catatan, barang kali ini kali terakhir, Guntur memiliki kesempatan untuk bisa mengikuti lelang jabatan mengingat usianya saat ini sudah 55 tahun. Dan jika dibandingkan dengan seleksi yang pernah diikuti, di seleksi kali ini, Guntur bisa sampai ditahap akhir atau penentuan. Apakah ini pertanda bahwa dewi fortuna bakal berpihak pada Guntur..?

Untuk jabatan sekretaris DPRD Paser, ada tiga calon yakni Abdul Rasyid sekarang menjabat Sekretaris PMD, Muhammad Iskandar Zulkarnain, seorang Kabag di Sekretariat DPRD Paser dan Zuhairina Sekretaris di Inspektorat. Dari catatan penugasan, baik Abdul Rasyid maupun Zuhairina pernah bertugas di Sekretariat Dewan. Pertanyaannya dari ketiga calon, Siapakah yang memiliki kans ditunjuk Bupati Paser sebagai sekretaris dewan?

Perlu diketahui jabatan sekretaris dewan tidak hanya melayani eksekutif tetapi juga legislatif yang isinya adalah orang-orang politik. Artinya siapa yang bakal duduk sebagai Sekretaris dewan pastinya adalah calon yang memiliki kedekatan emosional dengan penguasa dewan istilahnya faktor x. Siapakah salah satu dari calon yang memiliki faktor x..? Nama Muhammad Iskandar Zulkarnain paling santer bakal menduduki jabatan sekwan.

Untuk Jabatan Kepala Bapenda ada tiga calon yakni, Ali Nour Muhammad, pejabat eselon tiga di Badan Keuangan dan Aset Daerah, Ir. M. Gunawan Syukur, pejabat di Inspektorat dan Ruslya Aswina, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup.

Jika melihat riwayat penugasan yang banyak berhubungan dengan keuangan, Ruslya Aswina dinilai paling unggul dalam pengalaman. Dia pernah di BKAD dan Bappeda yang membidangi keuangan, pendapatan maupun anggaran, disusul Ali Nour Muhammad dan Gunawan Syukur.

Tetapi sekali jabatan kepala Bapenda adalah jabatan strategis. Karena itu hanya orangya Bupati yang punya kans menduduki jabatan kepala Bapenda. Sehingga ada dua alasan yang bakal dipilih, yakni karena kapasitas atau kedekatan atau kombinasi keduanya. Hanya Bupati yang tahu..

Yang paling menarik adalah untuk jabatan, Kepala Disperindakop UKM. Pasalnya hanya lowongan di jabatan ini yang paling banyak pesertanya yaitu 11 orang. Kemungkinan banyak peminat karena untuk jabatan ini paling minim faktor x nya.

Saat ini hasil akhir, muncul tiga nama yang lolos seleksi akhir, yakni Mulyadi Rahman, pejabat eselon tiga Dinas Kominfo, Syarif Fuadi pejabat Inspektorat dan Yusuf pejabat di DinasTanaman dan Hortikultura.

Dari ketiga calon, hanya Mulyadi Rahman yang pernah menjadi pejabat di Disperindakop UKM. Dia juga calon yang paling muda dari segi usia (40), dibandingkan dua calon lainya yang berselisih sepuluh tahun.

Meski dua calon lainnya belum pernah di Disperindakop UKM, bukan berarti keduanya tidak memiliki kapasitas menduduki jabatan itu. Sebab dari riwayat penugasan selama menjadi abdi negara sedikit banyak juga berhubungan dengan tupoksi Disperindakop UKM. Yusuf maupun Syarif Fuadi sama sama pernah menjadi Tim Penyusunan Perda Rencana Induk Pembangunan Industri. Yusuf juga memiliki pengalaman dalam mengurusi ketersediaan tanaman pangan dan industri tanaman pangan. Namun santer terdengar peluang jabatan Kadis Disperindakop UKM bakal diberikan kepada Yusuf.

Tapi sekali lagi, siapa yang bakal ditunjuk sebagai kepala perangkat daerah yang dilelang, seperti disampaikan Ketua Tim Pansel JPTP Paser Murharyanto, adalah hak Prerogatif Bupati Paser. Yang pasti kedua belas calon itu saat ini sedang menunggu kemana jari telunjuk Bupati Paser diarahkan. Aku atau dia..!

*Penulis adalah Ketua PWI Kabupaten Paser

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *