Balikpapan, Gerbangkaltim.com – Dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme di seluruh lapisan masyarakat, Anggota DPRD Provinsi Kaltim Ir H Muhammad Adam, MT melakukan sosialisasi kebangsaan kepada ratusan warga yang berada di RT 50, 47 dan 53 di Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, Jumat (24/11/2023)

Adapun agenda materi dalam kegiatan ini adalah pertama sosialisasi empat consensus kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kemudian kedua implementasi empat consensus kebangsaan dalam kehidupan kemasyarakatan.

“Alhamdulillah, ini adalah agenda rutin dari DPRD Provinsi Kaltim, selain melaksanakan sosialisasi Perda, kali ini kita lakukan sosialisasi wawasan kebangsaan 4 pilar,” ujar Anggota DPRD Provinsi Kaltim Ir H Muhammad Adam, MT, ditemui usai melaksanakan kegiatan.

Politis senior Partai Hanura ini menambahkan, kegiatan ini maksud dan tujuannya hanya sekedar mengingatkan kembali kepada warga masyarakat Kota Balikpapan untuk pentingnya sebagai warga negara memahami dan melaksanakan nilai-nilai wawasan kebangsaan tersebut.

Dalam kesempatan itu, kata Caleg Partai Hanura Dapil Balikpapan untuk Provinsi Kaltim ini, dalam pemilihan umum, mulai dari pemilihan ketua RT misalnya, ada nilai-nilai demokrasi di dalamnya.

“Dalam proses demokrasi ini, tentunya ada yang kalah dan menang. Namun setelah itu usai, maka semua harus kembali Bersatu bersama-sama membangun bangsa,” ungkapnya.

Dikatakannya, menjelang pelaksanaan pesta domkrasi Pemilu 2024, pihaknya menyampaikan boleh saja warga berbeda pilihan, namun tetap menjaga persatuan dan kesatuan sebagai sesame anak bangsa.

“Kan tidak ada pesta yang tidak ada usainya, setelah semuanya maka kita kembali harus hidup secara rukun dan damai, bersama-sama membangun bangsa,” paparnya.

Kegiatan ini, lanjutnya, harus terus dilakukan DPRD Provinsi Kaltim, terutama pada generasi penerus bangsa yang saat ini sangat rentan terpengaruh dengan budaya luar. Namun untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda berbeda perlakukan dengan orang dewasa.

“Nah kali ini masyarakat yang jadi sasarannya, namun untuk kalangan pelajar dan mahasiswa, maka dialognya akan lebih terbuka tentang betapa pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan tersebut,” tukasnya.

Dikatakannya, jika dulu dalam Pendidikan dimasukan tentang Pancasila, BP7 dan GBHN tentang bagaimana pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila tersebut. Namun saat ini, juga dimasukan UUD1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sehingga lebih luas cakupannya.

Share.
Leave A Reply