Nyalakan Harapan! 36 Tahun Menanti, 4 Desa di Batu Ampar Kini Disinari Listrik 24 Jam

PLN UID Kaltimra
PLN UID Kaltimra resmi menghadirkan aliran listrik 24 jam di empat desa Kecamatan Batu Ampar, Kutai Timur usai warga menanti 36 tahun.

KUTAI TIMUR, Gerbangkaltim.com – Penantian panjang masyarakat yang bermukim di pedalaman Kabupaten Kutai Timur akhirnya membuahkan hasil manis. Setelah lebih dari 36 tahun hidup dalam keterbatasan akses energi, warga di empat desa di Kecamatan Batu Ampar kini resmi menikmati aliran listrik penuh selama 24 jam nonstop dari PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra).

Empat desa yang kini terang benderang tersebut meliputi Desa Beno Harapan, Mawai Indah, Mugi Rahayu, dan Himba Lestari. Peresmian pengoperasian listrik 24 jam ini dipusatkan di Balai Pertemuan Kantor Desa Beno Harapan, dihadiri langsung oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, manajemen PLN UP3 Bontang, jajaran Pemkab Kutim, Camat Batu Ampar Akhmadsyah, serta para kepala desa setempat.

General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengungkapkan bahwa perluasan jaringan kelistrikan di pedesaan ini merupakan komitmen nyata BUMN untuk menghadirkan keadilan energi hingga ke pelosok. Menurutnya, momentum pengoperasian yang bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila menguatkan nilai kesetaraan dan pemerataan pembangunan di daerah pedalaman.

“Lebih dari 36 tahun masyarakat menanti hadirnya layanan listrik yang dapat mendukung aktivitas sepanjang hari. Hari ini, penantian tersebut mulai terwujud. Bagi kami, hadirnya listrik 24 jam bukan hanya tentang penerangan, tetapi juga tentang membuka lebih banyak ruang bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, berusaha, dan beraktivitas,” terang Muchamad Chaliq Fadli.

Apresiasi tinggi turut disampaikan Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman. Ia menegaskan bahwa masuknya aliran listrik secara penuh akan memicu roda perekonomian lokal, meningkatkan mutu pendidikan anak-anak desa, serta mempermudah pelayanan publik dan sosial masyarakat. Bupati juga mengingatkan warga agar memanfaatkan listrik secara bijak dan mengutamakan keselamatan kelistrikan.

Senada, Manager PLN UP3 Bontang Luddie Wied Hardono menjelaskan bahwa pembangunan jaringan di wilayah perdesaan penuh tantangan geografis. Berkat sinergi lintas instansi, hingga kini sebanyak 680 sambungan rumah tangga di empat desa tersebut telah terealisasi dan akan terus bertambah secara bertahap. Masuknya listrik 24 jam ini diyakini menjadi tonggak baru bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan warga Batu Ampar.

Sumber: PLN UID Kaltimra

Tinggalkan Komentar