Otorita IKN Tegaskan Pembangunan Nusantara Berlanjut dan Berbasis Lingkungan dalam Seminar Nasional di Unmul
Gerbangkaltim.com, Samarinda – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan bahwa pembangunan Nusantara terus berjalan dan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan. Penegasan tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional Public Nations 2026 yang digelar di Gedung Prof. Ir. H. Rachmad Hernadi, M.Sc., Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “IKN Sebagai Tonggak Pemerataan Ekonomi Nasional” itu menghadirkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kalimantan Timur, di antaranya Universitas Mulawarman, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, dan Politeknik Negeri Samarinda.
Dalam forum tersebut, Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menepis berbagai isu yang menyebut pembangunan IKN mangkrak maupun merusak hutan di Kalimantan Timur. Ia menegaskan pembangunan Nusantara tetap berjalan sesuai tahapan dan berada dalam pengawasan berbagai kedeputian yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan lingkungan dan kawasan hutan.
“Tidak benar jika ada yang mengatakan pembangunan IKN mangkrak atau merusak hutan. Dalam proses pembangunan, terdapat kedeputian yang secara khusus bertanggung jawab terhadap pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan kawasan,” ujar Troy di hadapan peserta seminar.
Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa terkait pengelolaan lingkungan, energi bersih, hingga dampak pembangunan IKN terhadap masyarakat dan ekosistem Kalimantan.
Dosen Program Studi Administrasi Publik FISIP Universitas Mulawarman, Wendy Waldianto, dalam paparannya menjelaskan bahwa saat ini telah terjalin kerja sama antara Otorita IKN dan Universitas Mulawarman untuk mendorong penguatan riset dan inovasi guna mendukung pembangunan berkelanjutan di Nusantara.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang mendukung penguatan ekosistem dan keberlanjutan pembangunan IKN, termasuk melalui keterlibatan mahasiswa,” katanya.
Sementara itu, mahasiswa juga menyoroti kesiapan generasi muda menghadapi pembangunan IKN dan visi Indonesia Emas 2045. Anggota Departemen Penelitian dan Pengembangan HIMANISLIK FISIP Unmul, Nur Nailah, menyampaikan bahwa generasi muda harus mulai mempersiapkan diri menghadapi perubahan besar yang akan terjadi melalui pembangunan Nusantara.
Menanggapi hal tersebut, Troy menjelaskan bahwa Otorita IKN terus mendorong penerapan gaya hidup ramah lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon serta penggunaan energi terbarukan di kawasan inti pusat pemerintahan.
Menurutnya, sejumlah bangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara saat ini telah didukung pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai sekitar 50 megawatt.
Seminar nasional tersebut juga mendapat apresiasi dari Wakil Dekan I Bidang Akademik FISIP Unmul, Rina Juwita. Ia menilai forum akademik seperti ini penting untuk menghadirkan ruang diskusi kritis terkait pembangunan nasional, khususnya bagi mahasiswa di Kalimantan Timur yang menjadi wilayah utama pembangunan IKN.
“Kampus tidak hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi juga ruang membangun pemikiran kritis terhadap isu strategis nasional seperti pembangunan IKN,” ujarnya.
Melalui seminar tersebut, kampus dan Otorita IKN diharapkan dapat terus membangun dialog terbuka guna memperkuat pemahaman publik mengenai pembangunan Nusantara sebagai bagian dari pemerataan pembangunan nasional.
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN)
BACA JUGA
